Home / Hukrim / Nenek Tua Renta Dituntut 2 Bulan, Sahlan SH : Ini Perkara Perdata
Sidang Tuntutan Nenek Renta Siti Asiyah di PN Surabaya.

Nenek Tua Renta Dituntut 2 Bulan, Sahlan SH : Ini Perkara Perdata

SURABAYA, Siti Asiyah, nenek Tua Yang betumur 82 tahun ini, tersandung perkara pemalsuan surat. Oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Surabaya, Suwarti dianggap melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP.

JPU menyatakan, bahwab terdakwa Hj Siti Asiyah telah terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa terdakwa bersalah memekai surat palsu dan melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP.

“Menuntut tethadap terdakwa HJ. Asiyah berupa pidana penjara selama 2 bulan,” kata JPU Suwarti di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, baru-baru Ini.

Azwar SH Penasehat Hukum dari Law Firm Sahlan Azwar & Partners mengatakan, bahwa terdakwa tidak terbukti pasal 266 KUHP melainkan pasal 263 KUHP pidana.

“Sedangkan pasal 263 terbuktinya dimana? Itu jelas sengketa perdata Karena itu urusan tanah,” kata Sahlan.

Sahlan mengatakan. bahwa syarat-syarat formil yang menjadi dasar utama sudah dilengkapi semua, “Jadi syarat yang dimintai polisi sudah kami lengkapi semua,” terangnya.

Sahlan juga menyampaikan, bahwa dalam perkara ini, terdakwa tidak tahu surat-surat tanah baik IPEDA, Eigendom Verponding, sertifikat, letter C , maupun Petok D.

“Yang dia tahu cuma punya tanah di Gayungsari, setelah ketemu dengan Bu Lurah maka diminta untuk urus kehilangan. Karena itu intruksi Bu Lurah lho,”bkata Sahlan.

Sedangkan terkait perkara pidana ini, ia mengingatkan bahwa masih ada perkara perdata yang sampai saat ini masih belum berkekuatan hukum tetap.

“Perlu diingat ini masih ada sengketa perdata, fan  Ada alas hak yang hingga perdata. Lagi pula terdakwa kan sudah tua, tentu kealpaan itu ada,” paparnya.

Atas tuntutan tersebut, pihaknya menyatakan unsurnya pasal 263 itu tidak masuk. “Maka dari itu kami meminta kepada Majelis hakim agar terdakwa ini dibebaskan dari segala tuntutan,” pungkasnya.

Perkara ini bermula pada hari Senin tanggal 08 Mei 2017, terdakwa Hj. Siti Asiyah mendatangi Polda Jawa Timur melaporkan tentang kehilangan 1 lembar petok D No. 241 atas nama Umar, Nomor Persil 13 yang dikeluarkan oleh Kelurahan Menanggal tanggal 10 Mei 2016 dengan Register 593/ 28/ 436.10.124/ 20 Kelurahan Menanggal Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Setelah itu terdakwa Hj. Siti Asiyah menerima Surat Tanda Laporan Kehilangan/Rusam Barang/Surat Berharga No : STPLK / 394 / V / 2017 / SPKT JATIM bertanggal 08 Mei 2017.
Akan tetapi celakanya, ternyata objek tanah yang dinyatakan sama terdakwa Hj. Siti Asiyah sebagai miliknya tersebut dimiliki saksi Yuliani dan Sumardji dengan SHGB No. 574 dN SHGB No 558 bahkan tidak tercatat secara administrasi di wilayah Kelurahan Menanggal Surabaya, sebab status tanah di seluruh wilayah Kelurahan Menanggal Surabaya adalah tanah negara bekas Eigendom Verponding 7159, kata Sahlan. {Soni}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Nenek Siti Asiyah diputus Bersalah, Penasehat Hukumnya Langsung Banding

SURABAYA-Sidang Pidana dengan terdakwa Nenek – Nenek atas nama Siti Asiyah (82) dengan perkara dugaan ...