Home / Hukrim / Enam Pelaku Pemalsu Uang Dolar Jadi Terdakwa Disidangkan di PN Surabaya
Tengah Hakim Ketua Maxi Sigarlaki saat sidang enam terdakwa pemalsu uang dolar diruang sari 2.

Enam Pelaku Pemalsu Uang Dolar Jadi Terdakwa Disidangkan di PN Surabaya

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Sebanyak Enam orang pelaku peredaran uang dolar palsu telah menjadi terdakwa dan disidangkan di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda pemeriksaan keenam terdakwa pada Selasa, (3/9/2019)

Akibat melakukan peredaran uang dolar palsu kini keenam terdakwa menjalani persidangan, Dengan barang bukti sejumlah 199 lembar pecahan uang seratusan United State Dollar (USD) Amerika.

Ke enam orang yang menjadi terdakwa tersebut antara lain, Ardian Sangadji, Christoffel Lodewyk, Harry Effendi, Maryono, Indro Lukito Sidharto, dan terakhir yakni Adenan alias Gondrong. Ketika diajukan pertanyaan oleh hakim ketua Maxi Sigarlaki maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chalida Apsari terlihat berbelit belit dan saling mengelak.

Sehingga hakim maxi sempat terlihat geram namun akhirnya mengerti setelah berulang kali ditanyakan, Bahwa masing masing terdakwa menjelaskan peran serta pekerjaan yang dilakukan.

Seperti diketahui, Berawal dari pesanan seseorang dikalimantan yang meminta dicarikan uang dollar palsu maupun aslinya,
Yaitu ketika pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2019 sekira pukul 22.00 WIB bertempat di Hotel Grand Inna Simpang Jl.Gubernur Suryo No.1-3 Surabaya.

Terdakwa Christoffel Lodewyk menghubungi Terdakwa Ardian Sangadji untuk mencari informasi karena ada pembeli yang sedang mencari uang dollar palsu, Dan selanjutnya, sekira pukul 11.00 WIB, Terdakwa Ardian juga menghubungi Terdakwa Harry Effendi untuk menanyakan apakah ada orang yang memiliki uang dollar amerika palsu karena ada pembeli yang sedang mencari uang palsu tersebut.

Lalu, Terdakwa ardian juga menawarkan fee bagi hasil kepada Terdakwa harry dan sehari sebelumnya mendapatkan informasi dari Terdakwa Maryono bahwa Terdakwa Adenan alias Gondrong memiliki uang dollar amerika palsu dan kemudian Terdakwa Harry memberikan nomor handphone Terdakwa Adenan kepada ardian untuk komunikasi langsung.

Kemudian Ardian menghubungi Terdakwa Adenan dan terjadi kesepakatan untuk transaksi uang dollar amerika palsu sebanyak 2 (dua) bendel dengan pecahan uang 100 dollar amerika dengan harga setiap bendel isi 100 lembar senilai Rp.20.000.000,- sehingga total uang yang akan diterima oleh Terdakwa Adenan sebesar Rp.40.000.000,- dan sepakat akan bertemu di Hotel Grand Inna Simpang Jl.Gubernur Suryo No.1-3 Surabaya.

Barang bukti uang dolar Amerika yang dipalsukan enam terdakwa.

Untuk penyerahan uang dollar amerika palsu tersebut, selanjutnya Terdakwa Adenan menghubungi Terdakwa Harry dan Maryono untuk datang ke rumahnya di Tambak Wedi Baru 17/42 Kenjeran Surabaya dan kemudian Adenan menunjukkan uang dollar amerika palsu sebanyak 2 (dua) bendel dengan pecahan uang 100 dollar amerika palsu kepada Terdakwa Harry dan Terdakwa Maryono juga Terdakwa Indro Lukito.

Dan setelah itu menyerahkan 2 (dua) bendel uang dollar palsu tersebut kepada Terdakwa Indro untuk dibawa ke Hotel Grand Inna Simpang untuk diserahkan kepada Terdakwa Ardian, kemudian Terdakwa Indro dengan ditemani Terdakwa Maryono berangkat menuju Hotel Grand Inna Simpang dengan diantar oleh Saksi Rizky Ade Fradhana sedangkan Terdakwa Harry berangkat sendiri dan langsung menyusul ke Hotel Grand Inna Simpang dan sesampainya di hotel grand inna simpang kemudian Terdakwa Harry serta Terdakwa Maryono maupun Terdakwa Indro bertemu dengan Terdakwa Ardian dan selanjutnya Terdakwa Indro langsung menyerahkan 2 (dua) bendel uang dollar amerika palsu tersebut.

Tidak lama berselang ternyata saksi Hadi Iswanto dan Deni Guruh melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Ardian dan Terdakwa Christoffel pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2019 sekira pukul 22.00 WIB bertempat di Hotel Grand Inna Simpang Jl.Gubernur Suryo No.1-3 Surabaya.

Kemudian dilakukan pengembangan informasi dengan melakukan penangkapan terhadap Terdakwa harry, Terdakwa Maryono dan Terdakwa Indro juga Terdakwa Adenan, Sehingga berdasarkan hasil pemeriksaan United States Secret Service, Bangkok Resident Office, telah memeriksa dua lembar FRNs, total S$ 200 USD
$ 100, series 2006A, NPL/NP# H1, NPL/FP: H303, BP:-, FRB : B2, S/N : HB20908665P
$ 100, series 2006A, NPL/NP# H1, NPL/FP: H303, BP:-, FRB : B2, S/N : HB20908974P.

Akibat perbuatan Para Terdakwa sebagaimana terancam dengan pidana dalam Pasal 245 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP {JAcK}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Pengacara Bacakan Pembelaan Terdakwa Oey Juliawati

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Kuasa hukum (Pengacara terdakwa) Oey Juliawati Wijaya sedangĀ  membacakan pembelaannya (Pledoi) di Ruang Sari ...