Home / Hukrim / Telat Bayar BPJS Jadi Terdakwa, Kuasa Hukum Song Jin Menilai Perkara Perdata

Telat Bayar BPJS Jadi Terdakwa, Kuasa Hukum Song Jin Menilai Perkara Perdata

SURABAYA, {DETEKTIFNews.com}-Pesakitan Warga Korea Selatan kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, atas kasus ketelatan pembayaran BPJS Kesehatan. Dengan agenda pembacaan eksepsi, Rabu (18/7).

Pembacaan eksepsi tersebut, Yuda Remon selaku penasehat hukum mengatakan, bahwa dalam perkara yang menjerat Song Jin Ho menilai cuma masalah ketelatan atas pembayaran BPJS yang dilakukan oleh PT Philteri sebagai badan hukum yang harus bertanggung jawab terhadap kelalaian atau kesalahannya. “Seharusnya terdakwa dijerat terkait masalah perdata, bukan pidana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Hakim, Maxi Sigarlaki yang menyidangkan perkara tersebut. Setelah mendengarkan pembacaan eksepsi dari Penasehat Hukum menyatakan akan menunda persidangan. “Sidang ditunda sampai 1 minggu ke depan dengan agenda tanggapan dari Jaksa Penunutut Umum,” tutupnya.

Sekadar diketahui, perkara yang menyebabkan Song Jin Ho menjadi Pesakitan bermula dari masalah pembayaran dari PT Philtera mengalami ketelatan dalam membayar BPJS Kesehatan untuk pekerjanya.

Bahwa Direksi PT. PHILTERA dengan tidak rutin dan tidak sesuai jumlah tagihan iuran BPJS yang menjadi kewajiban atau tanggung jawab PT. PHILTERA, sesuai fakta data pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk PT. Philtera pada waktu jatuh tempo setiap tanggal 1-10 di bulan Juli, Agustus dan September 2017 tidak melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan, serta PT. Philtera baru melakukan pembayaran sebagian tunggakan iuran BPJS Kesehatan pada tanggal 26 September sebesar Rp. 2.966.611. Dan PT. Philtera melakukan pelunasan pembayaran iuran BPJS Kesehatan pada tanggal 29 November 2017 sebesar Rp. 659,244, sehingga merugikan pekerjanya untuk mendapatkan jaminan BPJS, khususnya yang menderita sakit dan membutuhkan jaminan BPJS pada saat bulan Juli, Agustus dan September 2017, karena ada penolakan dari pihak BPJS akibat PT. Philtera tidak melakukan pembayaran atau menyetorkan pungutan untuk iuran BPJS setiap bulannya.

Selaku Presiden Direktur PT. Philtera, Song Jin Ho yang harus bertanggung jawab terhadap kelalaian atau kesalahannya tersebut, terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. {B. SITINJAK}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Tagih Utang, Kreditur “Geruduk” PT Apim

SURABAYA-PT Avilla Prima Intra Makmur, perusahaan yang dipimpin oleh Sutjianto Kusuma selaku Presiden Direktur memasuki ...