Home / Redaksi

Redaksi

APA ITU DETEKTIF…?

Perlu diketahui bahwa detektif dalam bentuk apapun – baik dalam dunia sastra maupun nyata – tidak serta merta muncul begitu saja. Ia hadir karena ada landasan, alasan dan dorongan keras yang menyertainya. Sebelum detektif – atau sifat-sifat detektif – itu muncul, ada beberapa hal yang mendasarinya, yakni:

Detektif dan Hasrat Mencari Kebenaran

Pada dasarnya semua makhluk hidup dipersenjatai oleh sang Pencipta untuk bertahan hidup, seperti: kura-kura dengan cangkang kerasnya untuk menghindari bahaya yang mematikan, taring dan cakar yang tajam kepada hewan bersuku filadae, tinta hitam yang membutakan kepada gurita dan lain-lain. Bagaimana manusia?

Pada dasarnya manusia dilahirkan premature, dimana sang bayi tidak mampu mengkoordinasikan fisik untuk bertahan hidup selama berbulan-bulan sejak kelahirannya. Untuk itulah dia diberi akal yang digunakan untuk bertahan hidup. Seorang ibu menyusui anaknya adalah salah satu kerja akal, walaupun sebagian menyebutnya sebagai tindakan naluriah. Selanjutnya manusia yang tidak memiliki keistimewaan secara fisik, ia akan bertahan hidup dengan memanfaatkan keadaan di sekitarnya, seperti: membuat senjata dari kayu, batu, dan juga tulang-tulang hewan. Bagaimana manusia memiliki kemampuan untuk membuat aneka peralatan senjata untuk melindungi dirinya dari ancaman kehidupannya? Jawabannya adalah karena manusia dianugrahi akal.

Namun saat ini bahaya yang diterjang oleh manusia bukanlah berasal dari ancaman alam, malainkan berasal dari manusia itu sendiri. Seiring pertumbuhan populasi, kebutuhan manusia semakin kompleks hingga manusia saling membunuh satu sama lain. Agar tidak terjadi malapetaka, maka pihak penguasa membentuk hukum dan agama, guna mengatur kehidupan individu dalam hubungannya di dalam sosial.

Adanya hukum dan agama sampai saat ini tidak mampu membuat manusia bertindak seperti apa yang diidealkan. Tindakan melenyapkan nyawa seseorang menjadi lebih hebat dan canggih lagi, karena ada upaya dari pelaku untuk lolos dari proses hukum. Untuk itulah dibutuhkan detektif yang menelusuri permukaan pembunuhan tersebut.

Dalam dunia detektif, seringkali ia dihadapkan oleh kasus kejahatan yang permukaannya tampak menipu. Untuk mencari kebenaran, detektif membangun hubungan temtang seluruh realitas dan setiap hal yang dapat dipersoalkan.

Lingkungan Yang Tidak Beres

Bolehlah kita mengambil sebuah teori psikologi bahwa behaviorism benar, bahwa detektif – atau sifat-sifat detektif – hadir karena faktor lingkungan. DNA detektif muncul dalam sosok seorang tokoh karena menyadari adanya kejahatan atau pelanggaran hukum yang terjadi di sekitarnya. Menurut saya, secara naluriah pikiran kita ditakdirkan untuk menghadapi berbagai macam masalah, menangani sesuatu yang tidak beres yang harus diselesaikan. Seorang ahli matematika tidak akan memliki kegiatan jika tidak memiliki masalah, begitu pula dengan detektif. Sherlock Holmes tidak memiliki pekerjaan jika tidak ada tindakan kejahatan di sekelilingnya. Jadi, kesimpulan terakhir, tidak perlu adanya detektif jika dunia ini serba beres.

ADANYA HUKUM YANG MENGATUR KEHIDUPAN MANUSIA

Kita ini yang normal – secara terberi – sudah “dikutuk” untuk tunduk kepada hukum yang mengatur kehidupan sosial. Manusia sejak kecil dikondisikan bahwa tindak-tanduknya diawasi oleh sesuatu yang besar (Tuhan, agama, mitos, Negara, Republik, Hukum), yang mengawasi mereka agar mematuhi hukum-hukum yang berlaku, yang membuat larangan-larangan pada tindakan mereka agar bisa diterima ke dalam jejaring sosial. Pada awalnya semua pembelajaran hukum itu asing bagi si anak, namun karena dilakukan pembelajaran secara terstruktur dan terus menerus maka secara naluriah sang anak menerima hukum itu menjadi sesuatu bagian dari dirinya.

Seorang detektif adalah orang yang memahami konsep hukum yang tekstual maupun hukum yang termanifestasi dalam tindakan sehari-hari. Harus dipahami, bahwa penindakan hukum bukanlah tugas dari seorang detektif. Titik koordinat perjuangan seorang detektif ialah lebih ke arah penelusuran kenapa pelanggaran hukum itu terjadi dan apa penyebabnya. Jadi bisa dibilang seorang detektif adalah orang yang menghubungkan cerita antara sebelum hingga saat pelanggaran hukum itu terjadi (pembunuhan, pencurian, dan lain sebagainya). Seperti dalam cerita detektif klasik; Sherlock Holmes, Novel karya Agatha Christie dan lain sebagainya; cerita selalu terhenti pada saat detektif menunjuk pelakunya, proses hukum setelahnya itu bukan lagi tugas detektif.

Jadi kesimpulannya, cerita detektif bisa disepakati secara umum bahwa dunia hukum adalah ranah produktif sang detektif. Dari cerita fakta detektif yang sebenarnya, sehingga muncul ide untuk membuat terobosan salah satu media yang di butuhkan masyarakat luas maupun Internasional sebagai produksi berita online yaitu DETEKTIFNews.com.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi: BEDUAR SITINJAK, SH
Penanggung Jawab: BEDUAR SITINJAK, SH

Redaktur Pelaksana: KORNELIUS
Redaktur: JHON

Dewan Redaksi: B. SITINJAK, SH, BAKTIAR SITORUS, SH, ROMA PANJAITAN, SH, M. Hum, SURIANI SIBORO

Staf Redaksi: BETHASYA, THERESIA, TORANG SIMORANGKIR, ST

Penasehat Hukum: R. PANJAITAN, SH, M. Hum, B. SITORUS, SH, APRIADY, SH, ROMMEL, SH

Waratawan
DKI Jakarta: BONAR
Surabaya: B. SITINJAK, JHON F
Bandung: PARULIAN, EDY
Medan: SIMRES
P. Siantar: K. SITINJAK, FIRMAN
Bogor: TONY
Garut : IMRON
Riau : SURIANI SIBORO
Purwakarta: PARLIN
Cirebon: ROSMAN

Jl. Tegalsari No. 2 Surabaya- Jatim
Telpon: 03170210722
081230077277
Perwakilan Sumut: Jl. Raya Parbebsi No. 6 Bahkapul-P. Siantar
Email: [email protected]

Wartawan DETEKTIFNews.com menjalankan tugas Jurnalistik nya, di lengkapi KTA Pers dan namanya tercantum dalam Box Redaksi.

Penerbit PT. MULTMEDIA SIGAP DELAPAN DELAPAN
KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI,
AHU-NOMOR : 0021072.AH.01.11 TAHUN 2019
NPWP : 90.499.913.3-608.000