Home / Hukrim / Wanita Tersangka Korupsi Aset Pemkot Menolak Ditahan Kejati Jatim

Wanita Tersangka Korupsi Aset Pemkot Menolak Ditahan Kejati Jatim

SURABAYA, {DETEKTIFNews.com}-Ruang pemeriksaan pidana khusus di lantai lima gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Jalan A Yani Surabaya, terdengar gaduh pada Senin, 2 April 2018. Penyebabnya, seorang Wanita bernama Soendari (48 tahun) mencak-mencak. Tersangka korupsi aset itu menolak ditahan.

Versi penyidik, kasus yang menimpa Soendari terkait dengan aset berupa lahan milik Pemerintah Kota Surabaya di Jalan Kenjeran 254 Surabaya seluas 537 meter persegi. Lahan itu dibeli Pemkot pada tahun 1926 berdasarkan Besluit 4276. Lahan itu dipakai sebagai kantor Kelurahan Rangkah, Tambaksari.

Pada 1999, kantor kelurahan pindah Jalan Alun-alun Rangkah. Pada 2003, tersangka membuat peta bidang itu tanpa bukti kepemilikan sah. “tahun 2004, ada proyek pelebaran akses Jembatan Suramadu dan lahan tersebut masuk lahan yang terkena proyek,” kata Kasipenkum Kejati Jatim, Richard Marpaung.

Mobil tahanan Kejaksaan

Warung milik tersangka di lahan tersebut terkena gusur dengan ganti rugi bangunan Rp116 juta. Namun, tersangka menolak dan mengajukan konsinyasi ke Pengadilan Negeri Surabaya. Tersangka malah memasuki lahan itu pada 2008. “Tersangka menjual lahan itu ke pihak lain pada tahun 2014 seharga Rp2 miliar lebih,” tandas Richard.

Penyidik mengantongi bukti cukup lalu menetapkan Soendari sebagai tersangka. Nah, seusai menjalani pemeriksaan itulah tersangka menolak membubuhkan tandatangan penahanan lalu mencak-mencak. Ributlah lantai lima Kejati Jatim. “Tadi diperiksa dari jam sembilan pagi,” ujar Richard.

Lebih dari satu jam tersangka meracau di lantai lima. Petugas yang menenangkan tak mampu meredam emosi tersangka. Suaminya yang mendampingi lebih banyak diam. Karena terlalu berisik, petugas lalu menggiring tersangka Soendari ke lantai dua lobi kantor Kejaksaan.

Di lobi, tersangka belum berhenti. Ia terus mengeluarkan kalimat protes dengan nada tinggi. “Enggak mau saya masuk rutan (rumah tahanan). Gendeng ta (gila apa). Lihat nanti siapa yang menang, Kejaksaan apa saya,” kata perempuan berjilbab itu. Petugas Kejaksaan tetapi tak berhasil.

Sekira pukul 14.00, tersangka baru mau digiring ke mobil tahanan setelah kuasa hukumnya, Adil Pranajaya, tiba. Tersangka ditahan di Rutan Medaeng untuk dua puluh hari ke depan. “(Penyidik) terlalu terburu-buru,” kata Adil dimintai tanggapan soal penetapan tersangka dan penahanan kliennya.

Dia mengatakan, Pemkot tidak memiliki bukti jika lahan kliennya disebut sebagai aset negara. Adapun tersangka, terang Adil, memiliki bukti karenanya bertahan. “Buktinya klien saya ada peta bidangnya. Kalau enggak ada peta bidang mana mungkin BPN mengeluarkan sertifikat. Di sisi lain kami masih ajukan gugatan perdata ke pengadilan,” tandasnya. {B2R}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Kejari Surabaya Selamatkan Keuangan Negara Sebesar Rp. 386,32 Miliar

SURABAYA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sepanjang tahun 2020 telah menyelamatkan serta mengembalikan keuangan negara dari berbagai ...