PH Penggugat:  Sidang Pemeriksaan ini Hanya Melihat Lokasi Yang Disengketakan

0
11
Suasana ketika Pemeriksaan Setempat. Ketua Majlis Hakim Sutarno. ( pakai batik merah ) memeriksa berkas.

SURABAYA-Sidang perdata perkara tanah antara Widowati Hartono, istri Bos Djarum dengan Mulya Hadi Majlis Hakim melaksanakan sidang Pemeriksaan Setempat (PS) yang digelar di lokasi Jalan Puncak Permai Utara III, sekitar pukull 08.00 wib, Selasa (19/11/2021).

Dalam melaksanakan pemeriksaan yang dilakukan oleh Majelis Hakim yang dipimpim Sutarno dengan didampingi anggotanya terlihat memeriksa berkas dan dikroscek dengan peta block yang dimasukan oleh pihak Penggugat dalam daftar bukti.

Ketua Majelis Hakim Sutarno didampingi hakim anggota dan Panitera menjelaskan bahwa kami hanya melihat keberadaan obyek sengketa dan melihat daftar bukti serta akan dikroscek dengan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh para pihak dipersidangan.

“Sidang PS ini bertujuan untuk meyakinkan saja tentang adanya kesamaan antara daftar bukti dengan obyek sengketa ” ujar Hakim Sutarno.

Sementara itu Kuasa Hukum penggugat Johanes Dipa Widjaja, mengatakan bahwa dari hasil PS tersebut diketahui bersama dan dihadiri juga oleh camat Sambikerep.

Camat pada saat ditanya mengenai obyek sengketa berada di kelurahan mana, dengan tegas mengatakan bahwa lokasi obyek sengketa tersebut berada di Kelurahan lontar. Sedangkan wilayah kelurahan pradahkalikendal masih agak jauh dari lokasi obyek sengketa.

Lebih lanjut Johanes mengatakan. Memang sudah benar gugatan kita beralasan, dan memang itu sudah berdasar, sehingga kita menyatakan SHGB yang dimiliki oleh pihak tergugat itu cacat hukum.

Ditanya, terkait keberatan dari Tergugat mengenai alat bukti. Johanes Dipa menjawab, kita sudah membuktikan surat pada saat sidang pembuktian surat didalam persidangan minggu lalu.

Sedangkan hari ini adalah sidang PS. Pembuktian surat dengan Pemeriksaan setempat itu lain. Ucapnya.

Pemeriksaan Setempat itu Lanjut Johanes, hakim melihat langsung lokasinya, kalau dia (Tergugat) menanyakan alat bukti itu kan sudah dipersidangan. Kalau sekarang hakim kan mau melihat langsung mana seh objek sengketanya.

Johanes, menegaskan bahwa dari fihak tergugat tadi tergugat terkesan kesulitan menunjukan batas2 tanah yg diklaim miliknya karena nyata-nyata salah letak.

“Bagaimana bisa menunjuk obyek yang terletak di Lontar padahal bukti hak yg dipegang tertulis di Pradah kalikendal ‘. ujar Johanes Dipa. sambil mengakhiri pembicaraanya {SN}