Connect with us

Hukrim

Sidang 5 SHM Palsu Melibatkan Notaris Olavia, JPU Hadirkan Dua Saksi

Published

on

DETEKTIFNEWS.com: Beduar Sitinjak

SURABAYA-Sidang lanjutan pekara oleh terdakwa Lukman Dalton terkait perkara pejualan 5 Sertifikat Hak Milik (SHM) palsu kepada korban Hendra Thiemailattu yang trnsaksi penjualan melibatkan Notaris Olavia Sherline Wiratno terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam sidang perkara ini, Jaksa Penuntut Umum Harwiadi dari Kejaksaan Negeri Surabaya menghadiahkan saksi Sutrisno dan Alan yang mengaku pemilik sertifikat yang berlojasi di Kalijudan, Surabaya.

Sutrisno saat ditanya oleh Jaksa Penubtut Umum (JPU) Harwiadi apakah saksi punya tanah di Kalijudan. “Ya itu tanah warisan di Kalijudan masuk gang dan suratnya masih petok D,” jawab saksi.
JPU menyinggung masalah sertifikat ini apakah saksi mengetahui?. “Saya tidak Tau,”katanya.

Penjelasan saksi tidak tau, Sontak Majelis Hakim Gunawan Tri Budiono menegur JPU bahwa saksi ini tidak mengatui permasalahan ini namanya hanya dicatut.

Sedangkan Saksi Alan Cipta Raharja yang mengaku Pemilik SHM, Sutrisno ini merupakan Sopirnya Cendrawasih. Dan Cendrawasih itu sendiri berkarja pada Ayah saya yang merupakan Pemilik Bentol Biru, ungkapnya.

“Cendrawasih ditugaskan oleh Ayah untuk membeli tanah kepada Petani-petani dan harusnya suratnya diserahkan kepada ayah saya, tetapi tidak dilakukan mala di balik nama atas Sutrisno,” bongkar Alan.

Tanya Hakim, Apakah anda mengenal dengan terdakwa dan kesaksian anda ini tidak ada hubungannya dengan pekara?,”Saya tidak kenal yang Mulai dan ini ada bukti surat tugas dari Sutrisno.

Majelis hakim kembali menyingung apakah saksi pernah ke BPN menanyakan surat ini, “Pihak BPN hanya manyampaikan SHM ini atas nama Sutrisno dan tanah tersebut dalam penguasaan saya,” tegas Alan dihadapan Majelis Hakim.

Pengakuan terdakwa pada Hakim, Bahwa ia kenal dengan Alan. Ia menmenjelaskan, untuk sebenarnya uang yang saya terima dari Hendra Thiemailattu tidak sampai Rp.38 Milar hanya sekitar antara Rp.13 Milar- 15 Milar.

“Dan uang tersebut Notaris Olivia Sherline dan suaminya kebagian,” kata Terdakwa melalui sambungan telepon di Ruang Tirta 2 PN Surabaya, Rabu (24/3/2021).

Disaat sidang timbul surat perdamaian yang Kemudian JPU menunjukan surat tersebut, antara Lukman Dalton dan Hendra Thiemailattu yang pada intinya Lukman Dalton memberikan aset 2 SHM yang nilainya sekitar Rp.5 Milar.

Selesai sidang, Jaksa Penuntut Umum Harwiadi disinggung terkait Terdakwa Notaris Olivia Sherline yang terlibat dalam Pekara pemalsuan SHM kok belum disidangkan. “Iya masih belum masuk di Pengadilan,” singkatnya.

Untuk diketahui, Hendra Thiemailattu menjelaskan, awal Lukman menjual tanah dengan luas 29.400 M2 di Gunung Anyar Tambak Surabaya. Serang Notaris Olivia Sherline Wiratno, SH meyakinkan kepada Hendra Thiemailattu, jika SHM-nya telah di cek in di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan telah dilakukan pengembalian batas.

Atas penjelasan tersebut, Hendra tertarik dan terjadilah negosiasi harga dan disepakti sebesar Rp 14 miliar. Kemudian pada bulan Mei 2017 Hendra diminta oleh terdakwa untuk membayar sebesar Rp 14.5 miliar, termasuk biaya Notaris Olivia Sherline Wiratno.

Selanjutnya pada tanggal 31 Mei 2017, Hendra melakukan pembayaran dengan menggunakan cek bank Rp 14.5 miliar dan diterima Olivia Sherline. Setelah menyerahkan cek tersebut, beberapa minggu kemudian SHM atas tanah tersebut diserahkan dan dibalik namakan Hendra.

Pada bulan Mei 2017, saksi Hendra ditawari kembali oleh saksi Alek, terdakwa Lukman menjual tanahnya di daerah Gunung Anyar Tambak, seluas 42.000 M2, SHM, dengan harga 25 miliar. Saksi Hendra kemudian membayar dengan cek 5,5 Rp miliar, dan sisanya 20 miliar dibayar Hendra dengan asetnya juga di Gunung Anyar Surabaya.

Saksi korban Hendra ingin menjual bidang tanah di Gunung Anyar, dengan calon pembeli lalu mengecek lokasi, ternyata gambar SHM dengan lokasi tidak cocok. Hendra kemudian komplain ke terdakwa Lukman. Dengan tipu muslihat, terdakwa menjanjikan akan mengganti tanah dilokasi, Trosobo Sidoarjo. 12 SHM itu diakui milik terdakwa dan disepakati harga Rp 49,8 miliar. Karena itu Hendra tinggal membayar 34 miliar.

Setelah dibuatkan balik nama SHM di Notaris Olivia, saksi Hendra sudah mulai curiga, atas SHM tersebut. Saat Hendra mengecek di Notaris temannya, ternyata SHM tersebut palsu alias tidak terdaftar di BPN Surabaya.

Saat Hendra komplain ke terdakwa Lukman, kembali terdakwa dengan tipu muslihatnya, menukar dengan tanah yang di wilayah Pakal luas 10,260 M2, wilayah Kalijudan luas 1350 M2, 1410 M2, 1525 M2, 1500M2, 1430 M2, semuanya masih atas nama Sutrisno. Terdakwa Lukman mematok harga Rp 126.350.000.000.

Korban Hendra mengaku, telah menyetor uang sejak bulan Mei 2017,sampai bulan Juli 2019, dengan total nilai Rp 38.061.515.750, termasuk pembayaran pajak total sebesar Rp 981.515.750.

Mengetahui seluruh SHM yang saksi Hendra terima adalah palsu, sehingga saksi Hendra memberikan Kuasa kepada PH Djayanto Irawan, untuk melakukan pengecekan ke BPN dan melaporkan perkara ini ke Polisi.

Dalam perkara ini, JPU mendakwa terdakwa Lukman penjual tanah SHM palsu , dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHPhu.

Continue Reading
Advertisement

Hukrim

Mutasi Beberapa Pejabat Utama, Kapolresta Dan Kapolres Wilayah Jatim

Published

on

By

SURABAYA-Untuk beberapa jajaran di Polda Jawa Timur di mutasi, sehingga Tongkat Komando kepemimpinan diserahterimakan, sesuai Surat Telegram Kapolri TR/1506/ VII/KEP/2021 tertanggal 26 Juli 2021.

Salah satunya yaitu Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P jabatan baru sebagai WAKAPOLDA SULAWESI UTARA.

Penggantinya adalah Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, S.H., S.I.K jabatan lama KABAGRENMIN DIVKUM POLRI untuk menjabat Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim.

Terkait mutasi ini adalah hal yang biasa di Polri untuk penyegaran organisasi,” tutur Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, S.I.K. Senin 26 Juli 2021.

Selain itu Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Polda Jatim AKBP Ganis Setyoningrum, S.Si yang bergeser untuk menjabat KASUBAGDALGAR BAGREN ROREIN BARESKRIM POLRI.

Penggantinya AKBP Anton Elrino Trisanto, S.H., S.I.K., M.Si yang sebelumnya menjabat KABAGOPS POLRESTABES SURABAYA Polda Jatim, untuk menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Polda Jatim.

Berikut mutasi Perwira di wilayah Polda Jawa Timur:

Untuk TR Kapolri: ST/1506/VII/KEP./2021 TGL 26-07-2021

1. KOMBES POL JOHNNY EDDIZON ISIR, S I.K, M.T.C.P. NRP 75060702 KAPOLRESTABES SURABAYA POLDA JATIM SBG WAKAPOLDA SULUT

2. KOMBES POL AKHMAD YUSEP GUNAWAN, S.H., S.I.K. NRP 73060608 KABAGRENMIN DIVKUM POLRI DIANGKAT SBG KAPOLRESTABES SURABAYA POLDA JATIM

3. KOMBES POL DWI SARWI LARASATI, S.H. NRP 63070918 KABAGRENPROGAR RORENA POLDA JATIM SBG PAMEN POLDA JATIM (DLM RANGKA PENSIUN)

Untuk TR Kapolri: ST/1507/VII/KEP./2021 TGL 26-07-2021

1. KOMBES POL dr. HISBULLOH HUDA, Sp.PD. NRP 66070549 KABIDDOKKES POLDA JATIM SBG TENAGA DOKKES INVESTIGASI KEPOLISIAN MADYA TK. II PUSDOKKES POLRI

2. KOMBES POL dr. ERWIN ZAINUL HAKIM, M.A.R.S. NRP 71020318 KABIDDOKKES POLDA NTB SBG KABIDDOKKES POLDA JATIM

3. KOMBES POL ASEP IRPAN ROSADI, S.I.K., M.P.A. NRP 77081071 KASUBDITBINTIBSOS DITBINTIBMAS KORBINMAS BAHARKAM POLRI SBG DIRBINMAS POLDA JATIM

Untuk TR Kapolri: ST/1508/VII/KEP./2021 TGL 26-07-2021

1. AKBP FESTO ARI PERMANA, S.l.K. NRP 79020731 KAPOLRES MAGETAN POLDA JATIM SBG KASUBBAGRENMIN DITTIPIDEKSUS BARESKRIM POLRI

2. AKBP YAKHOB SILVANA DELARESKHA, S.l.K., M.Si. NRP 77010850 KASUBDIT IV DITRESKRIMSUS POLDA JATIM SBG KAPOLRES MAGETAN POLDA JATIM

3. AKBP LEONARD M. SINAMBELA, S.H., S.l.K., M.H. NRP 78081179 KAPOLRES BLITAR POLDA JATIM SBG WAKAPOLRESTA TANGERANG POLDA BANTEN

4. AKBP ADHITYA PANJI ANOM, S.l.K. NRP 81040857 KASUBDITREGIDENT DITLANTAS POLDA JATIM SBG KAPOLRES BLITAR POLDA JATIM

5. AKBP GANIS SETYANINGRUM, S.Si. NRP 73060624 KAPOLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK POLDA JATIM SBG KASUBBAGDALGAR BAGREN RORENMIN BARESKRIM POLRI

6. AKBP ANTON ELFRINO TRISANTO, S.H., S.I.K., M.Si. NRP 80081146 KABAGOPS POLRESTABES SURABAYA POLDA JATIM SBG KAPOLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK POLDA JATIM

7. AKBP RONALD ARDIYANTO PURBA, S.I.K. NRP 78081258 KAPOLRES MAGELANG POLDA JATENG SBG WADIRRESKRIMUM POLDA JATIM

8. AKBP ROBERTUS BELLARMINUS HERRY ANANTO PRATIKNYO, S.I.K., M.H. NRP 75091067 KAPOLRES SAMBAS POLDA KALBAR SBG KABAGRENPROGAR RORENA POLDA JATIM

9. AKBP ROFIKOH YUNIANTO, S.J.K. NRP 81040861 KASUBDIT I DITRESKRIMUM POLDA JATIM SBG KAPOLRES TANAH LAUT POLDA KALSEL

10. AKBP MARIYONO, S I.K, M.Si. NRP 79061511 KAPOLRES SERANG POLDA BANTEN SBG KABAGDALOPS ROOPS POLDA JATIM

Untuk: ST/1510/VII/KEP./2021 TGL 26-07-2021

1. KOMBES POL dr. RONI SUBAGYO, Sp.KJ. NRP 64040992 ANALIS KEBIJAKAN MUDA BIDANG DOKPOL BIDDOKKES POLDA JATIM (KPLB KBP TMT 25-2-2021) SBG TENAGA DOKKES INVESTIGASI KEPOLISIAN MADYA TK. III PUSDOKKES POLRI. {Bts/BS}

Continue Reading

Hukrim

Tanah PT APIM Bermasalah, Gugatan Penggugat Dikabulkan

Published

on

By

Sidang putusan tergugat PT. APIM

SURABAYA-Setelah hampir jatuh pailit, PT Avila Prima Intra Makmur ( APIM ) perusahaan yang dipimpin oleh Sutjianto Kusuma sebagai Presiden Direktur, kembali kalah atas gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan oleh Budi Said, Tjioe Sien Jap, dan Hariyono Subagyo di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pada persidangan perkara register nomor 61/Pdt.G/2021/PN.Sby, Senin (26/07/2021) telah diputuskan oleh majelis hakim yang di ketuai Sudar dalam amarnya mengabulkan gugatan penggugat, “Menyatakan Tergugat I, PT Avila Prima Intra Makmur telah melakukan perbuatan melanggar hukum,” tegas Sudar saat membacakan amar putusan kemarin.

Selanjutnya Majelis Hakim menyatakan bahwa asset tanah Seluas 185.414,28 m2 di Sidoklumpuk, Sidoarjo, yang sebagian bersertipikat hak guna bangunan atas nama PT. Avila Prima Intra Makmur, di dalam area Komplek Perumahan Argent Parc Sidoarjo, sejumlah 60% dari tanah tersebut merupakan hak dari Para Penggugat masing-masing sebesar 20%.

Menurut informasi yang dihimpun, pada perkara No. 52/Pdt-Sus.PKPU/2020/PN.Niaga.Sby, dalam pengurusan Tim Pengurus Bonar Parulian Sidabukke, SH., G.Dip., L.L.M, C.L.A, dan Yandi Suhendro SH, C.L.A, C.P.L, C.P.C.L.E, Bank UOB Indonesia merupakan kreditur pemegang hak tanggungan terkait tanah di Sidoklumpuk, Sidoarjo tersebut, oleh karena itu PT Bank UOB Indonesia (United Overseas Bank Indonesia) juga turut digugat dalam perkara ini.

Bonar Parulin Sidabuke, ketika dikonfirmasi terkait putusan perkara tersebut yang berkaitan dengan posisi para kreditur PT Avilla menyampaikan, “Kalau dalam konteks homologasi, bila ada pihak dirugikan dalam artian Debitor tidak bisa melaksanakan apa yang disepakati di dalam PKPU, maka dapat diajukan Pembatalan Perdamaian”, tutur Bonar saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp(WA), Selasa (27/7).

Sedangkan terkait dengan adanya beberapa pembeli rumah di Argent Parc, dan menjadi kreditur saat itu Bonar membenarkan.” Memang iya ada beberapa pembeli rumah argent parc yang juga ikut ” imbuhnya.

Lebih lanjut, saat ditanya terkait Aset yang di putuskan juga merupakan hak dari para pengggugat sesuai putusan perkara 61/Pdt.G/2021/PN.Sby yang dibacakan, dan nasib dari para pembeli rumah Argent Parc juga dapat dirugikan dengan tindakan PT APIM, karena status hak atas tanahnya menjadi tidak jelas, Bonar menyampaikan bahwa pihak yang dirugikan dapat mengajukan pembatalan perdamaian.

Sementara itu, Ening Swandari, kuasa hukum para penggugat dalam perkara PMH, saat dikonfirmasi terkait perkara yang ditanganinya saat ini belum memberikan komentar meski telah membaca pesan di WhatsApp. {SN}

Continue Reading

Hukrim

Tim Intelijen Kejari Surabaya Amankan  Kurir Oksigen 

Published

on

By

Tim Intelijen Kejari Surabaya saat Meringkus Kurir Oksigen.

SURABAYA-Seorang pria berinisial A (19) berhasil diringkus oleh tim intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya pada pada siang tadi di kawasan Sukomanunggal. Surabaya ditangkap lantaran menjadi kurir tabung oksigen berisi 1 m3 yang dijual di atas kewajaran.

Tersangka merupakan pegawai di PT FM yang berlokasi di kawasan Mulyosari. Menurut pengakuan tersangka, perusahaan tersebut bergerak di bidang penjualan alat-alat kesehatan (Alkes).

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Anton Delianto SH., MH., saat dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut membenarkan. Kemudian ia menjelaskan bahwa kronologi penangkapan tersebut bermula saat pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat adanya perusahaan yang menjual tabung gas di atas harga kewajaran.

” Satu buah tabung berisi 1 m3 oksigen dijual di atas harga kewajaran, sekira Rp 4,5 juta per tabungnya. Kalau yang lengkap (regulator dan troli tabung oksigen) seharga Rp 6,5 juta,” tutur Anton,

Usai mendapatkan informasi tersebut, lanjut Anton, bahwa pihaknya bergerak cepat menurunkan Tim Intelijen untuk melakukan penyelidikan. Tim kemudian melakukan undercover buy 2 unit tabung oksigen dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

” Saat diamankan, pelaku kooperatif. Kita juga mengamankan barang bukti berupa 2 buah tabung oksigen seharga Rp 11 juta,” kata Anton.

Lebih lanjut Anton menerangkan, usai penangkapan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Saat ini pelaku telah diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

” Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kejari Surabaya sesuai perintah Jaksa Agung RI untuk mendukung PPKM Level 4 untuk melakukan penindakan terhadap setiap orang yg berusaha menimbun, mempermainkan harga dan menghambat distribusi obat2an dan alat kesehatan terkait penanganan Covid-19,” tegasnya. {SN}

Continue Reading

Trending