Home / Hukrim / Oknum Pendeta Divonis 10 Tahun Penjara, PH Terdakwa Nyatakan Banding
Terdakwa HL saat sidang teleconfrence, di Pengadilan Negeri Surabaya.

Oknum Pendeta Divonis 10 Tahun Penjara, PH Terdakwa Nyatakan Banding

SURABAYA-Akhirnya Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, menjatuhkan pidana selama 10 tahun penjara terhadap terdakwa Hanny Layantara (57) karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan dibawah umur.

“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hanny Layantara dengan pidana penjara selama 10 tahun penjara, pidana denda Rp. 100 juta subsidiair 6 bulan ,” ucap ketua majelis hakim Johanis Hehamony saat membacakan amar putusannya di ruang Candra, Senin (21/09).

Majelis hakim menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R. Paembonan dan. Rista Erna dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, bahwa terdakwa yang berprofesi sebagai salah satu pendeta di gereja Happy Family Centre, Jl. Embong Sawo, Surabaya tersebut, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 82 tentang Perlindungan Anak.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai bahwa hal yang memberatkan, terdakwa Hanny Layantara dianggap tidak mengakui perbuatannya, melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai pemimpin umat beragama.

“Hal yang meringankan, bahwa terdakwa tidak pernah dihukum,” katanya.

Abdurrachman Saleh, Penanasihat Hukumkum terdakwa Hanny Layantara, saat ditanya terkait tanggapannya atas putusan ini langsung menyatakan banding. Sedangkan JPU Rista Erna dan Sabetania R. Paembonan menyatakan pikir-pikir.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada majelis hakim yang telah membuat putusan terhadap klien kami, dengan ini kami sebagai penasihat hukum terdakwa tidak sependapat dengan putusan tersebut, maka kami mangajukan upaya hukum lain berupa banding,” tegas PH asal Situbondo tersebut.

Tengah, Arist didampingi Pengacara David kiri, dan kanan Eden selaku juru bicara pelapor.

Usai sidang, Arist Merdeka Sirait, ketua umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), saat ditemui menyampaikan apresiasinya terhadap JPU dan majelis hakim yang telah memeriksa dan mengadili perkara ini secara adil.

“Kita mengapresiasi sekali terhadap putusan majelis hakim. dengan Pertimbangan hukumannya sangat akurat, mulai dari penuntutan oleh JPU sudah sesuai dengan dasar-dasar hukum, sehingga unsur-unsur pidananya terpenuhi. Sehingga majelis hakim memutus si HL ini bersalah dan dihukum 10 tahun penjara,”jelasnya.

Sedangkan Eden, juru bicara keluarga korban, menanggapi putusan ini dengan rasa syukur. Karena meskipun divonis 10 tahun penjara, perbuatan oknom pendeta Hanny Layantara masih meninggalkan trauma yang sangat berat buat korban.

“Kami mewakili keluarga korban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada majelis hakim yang memutus se adil adilnya terhadap perkara ini. Saat ini kondisi korban masih dalam trauma berat ya, kita masih coba berikan terapi agar korban bisa segera pulih,” kata Eden sambil Mengakhiri pembicaraannya. {Soni/BS}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Sidang Terdakwa Pasutri Dilanjutkan, Oenik Djunani Berikan Kesaksian Dimuka Persidangan

SURABAYA-Terdakwa Pasutri Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar Laksomono kembali digelar dengan agenda keterangan saksi ...