Home / Peristiwa / Kapal Pesiar Westerdam Ditolak 4 Negara, Akhirnya Berlabuh di Pelabuhan Sihanoukvile

Kapal Pesiar Westerdam Ditolak 4 Negara, Akhirnya Berlabuh di Pelabuhan Sihanoukvile

DETEKTIFNEWS.com:Beduar Sitinjak, SH

KAMBOJA-Drama kapal pesiar MS Westerdam bakal berakhir di Pelabuhan Sihanoukville, Kamboja. Otoritas Kamboja yang memiliki hubungan erat dengan Beijing tak hanya memberikan izin kapal berlabuh. Penumpang juga diizinkan turun dari kapal asalkan terbukti bebas dari Covid-19.
Sebelumnya, kapal pesiar yang mengangkut 1.455 wisatawan dan 802 awak itu ditolak berlabuh di empat negara lantaran kekhawatiran penyebaran wabah corona. Keempat negara itu adalah Jepang, Taiwan, Filipina dan Thailand.

Dilansir dari Voice of America, MS Westerdam tiba dari kota Sihanoukville di Provinsi Preah Sihanouk Kamis (13/2), sekitar pukul 7 pagi waktu setempat, menurut otoritas provinsi. Namun, penumpang belum diizinkan turun dari kapal yang dimiliki oleh Holland America Line (HAL) yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

“Kami berterima kasih kepada semua orang di Kamboja yang membantu dan menyambut kami,” tulis HAL di laman Facebook-nya Kamis pagi, menyusul izin dari pemerintah Kamboja.

Otoritas lokal Kamboja mengatakan, para penumpang bisa meninggalkan kapal setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan. Syarat lainnya adalah penumpang telah mengonfirmasi pemesanan penerbangan dari Bandara Internasional Sihanoukville.

“Penumpang bisa meninggalkan kapal jika mereka memiliki tiket pesawat. Jika mereka memiliki tiket, kami akan membantu mengoordinasikan,” kata gubernur Preah Sihanouk, Kuoch Chamroeun.

Penumpang yang memenuhi persyaratan ini diperkirakan akan tiba di darat pada Jumat (14/2). Lou Kim Chhun, Direktur Jenderal Pelabuhan Otonomi Sihanoukville, mengatakan kapal pesiar itu akan tetap berlabuh 2,5 kilometer di lepas pantai dan penumpang yang dinyatakan bebas corona akan dibawa dengan bus ke bandara pada hari Jumat.
Armada bus dengan tanda “Selamat Datang di Kamboja” diparkir di pantai sepanjang hari Kamis.

HAL dalam pernyataannya menyebutkan pendaratan penuh akan memakan waktu beberapa hari terkait jadwal penerbangan charter.

“Prosedur pemeriksaan dan pembersihan sedang dalam proses. Tentu ini memerlukan waktu, mengingat jumlah organisasi yang terlibat dalam mendukung operasi yang kompleks saat ini,” jelas HAL.

Selama waktu ini, para tamu akan tetap nyaman di kapal dan menerima layanan penuh. Setiap penumpang juga akan menerima pengembalian 100% biaya kapal pesiar, ditambah bonus 100% tambahan untuk pesiar di masa depan.
Westerdam meninggalkan Hong Kong pada 1 Februari dan berlayar menuju Taiwan dan Jepang selama 14 hari. Para tamu dan awak awalnya dijadwalkan untuk turun di Yokohama pada 15 Februari, Negatif Corona.

Kuoch Chamroeun menambahkan bahwa sekitar 80 petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan pada para penumpang hari Kamis dan mendapati beberapa penumpang tidak sehat, tetapi tidak memberikan rincian tambahan.

Or Vandine, juru bicara Kementerian Kesehatan, mengatakan 20 penumpang menunjukkan gejala flu, diare dan sakit perut. Dia mengatakan para penumpang ini menjalani tes COVID-19 dan sampel telah diterbangkan ke Institut Pasteur Phnom Penh.

“Kami telah menerima informasi bahwa ada orang yang kesehatannya tidak normal. Tetapi sejauh ini tidak ada kasus COVID-19,” katanya.

Dilansir dari Bloomberg, HAL telah membatalkan jadwal pelayaran berikutnya yang sedianya dimulai dari Yokohama, Jepang, pada 15 Februari. Perusahaan tersebut menyebutkan tengah menilai dampak pembatasan pelabuhan di Asia pada kapal pesiar yang berangkat 29 Februari atau sebelumnya.

Sebagai informasi, kapal pesiar lain bernama Diamond Princess telah berada di lepas pantai Yokohama, Jepang, selama 10 hari. Sedikitnya 218 penumpang Diamond Princess terinfeksi oleh coronavirus. (*)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

123 Jemaah Masjid Al Ikhlas Jalani Rapid Test, 6 Reaktif Virus Corona

SIDOARJO, {DETEKTIFNEWS.com}-Sebanyak 123 jemaah Masjid Al Ikhlas di Perumahan Bluru Permai, Kecamatan Sidoarjo menjalani rapid ...