Home / Hukrim / Ahli Waris Perusahaan Ice Cream PT Agenda Eksepsi di PN Surabaya
4 jadi terdakwa

Ahli Waris Perusahaan Ice Cream PT Agenda Eksepsi di PN Surabaya

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Persoalan pembagian saham sesama ahli waris perusahaan ice cream PT Zangrandi Prima lanjut agenda eksepsi, Pasca di laporkan Evy Susantidevi Tanumulia ke kepolisian hingga perkara naik ke Pengadilan Negeri Surabaya Selasa (21/1/2020) pembacaan bantahan terdakwa atas dakwaan.

Evy Susantidevi, yang merupakan salah satu dari 6 orang ahli waris (Anak Kandung) dari owner (Pemilik) perusahaan ice cream zangrandi, yakni Adi Tanumulia (alm) dan Jani Limawan (alm), Antara lain, Sylvia Tanumulia, Robiyanto Tanumulia, Emmy Tanumulia, Willy Tanumulia, Ilse Radiastuti Tanumulia, Evy Susantidevi Tanumulia dan drg.Grietje Tanumulia.

Evy yang memperkarakan 4 orang hingga menjadi terdakwa di pengadilan akibat tuduhan penggelapan saham, masing masing 1. Ir. Willy Tanumulia, 2.drg.Grietje Tanumulia, 3.Emmy Tanumulia, dan 4.Fransiskus Martinus Soesetio.

Dimana, Evy yang merupakan salah satu ahli waris tidak terima, karena dianggap tidak memiliki saham pada PT. Zangrandi Prima, yang memiliki 320 saham dengan harga Rp. 1.000.000/saham, dan telah ditempatkan sebesar 80 saham, untuk 6 pemegang saham yang telah menyetorkan uang tunai sebagai bentuk kepemilikan saham.

Sebagaimana pembagiannya, Yaitu Sylvia sebanyak 20 saham, Robyanto Ichwan 10 saham, Emmy 10 saham, Willy 10 saham, Ilse Radiastuti 20 saham, dan Grietje 10 saham.

Namun sesuai dakwaan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Damang Anubowo yang dari Kejaksaan Negeri Surabaya menyebutkan, Bahwa keempat terdakwa dituduh telah melakukan tindak pidana penggelapan saham, Yakni sepuluh lembar milik korban Evy Susantidevi Tanumulia atau senilai Rp.10 JT, (Sepuluh Juta Rupiah).

Saat pembacaan nota eksepsi terdakwa yang dibacakan oleh penasehat hukum Erles Rarelal,SH dan tim, Menyampaikan bahwa perkara yang dihadapi para keempat terdakwa bukan tindakan pidana melainkan perkara perdata, atau perkara hak waris sebagaimana hukum perusahaan pada undang undang Perseroan Terbatas semua masuk lingkup keperdataan.

” Pada perkara ini seharusnya masuk ke dalam perkara perdata, karena materiilnya bukan bersifat pidana.”ujar pengacara terdakwa.

Ditambahkan, Bahwa dakwan jaksa tidak cermat dan prematur. Dalam penjelasannya dan dianggap jaksa masih bergantung pada badan peradilan yang lain.

” Dalam hal ini jaksa tidak cermat menyusun dakwaannya sehingga cacat formal atau error in procedure.” kata Erles dengan suara tegas.

Lebih lanjut Erles juga memohon dalam eksepsinya yang pada intinya berharap kepada majelis hakim dapat menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima.

“Sehingga pada dakwaan penuntut umum seharusnya tidak dapat diterima, dan para terdakwa harus terlepas dari segala tuntutan hukum.” tandasnya berharap kepada majelis hakim dalam putusan sela nanti.

Ketika selesainya dibacakan nota eksepsi, Lanjut majelis hakim ketua yakni Pudjo Saksono SH,MH meminta tanggapan jaksa atas eksepsi para terdakwa.

“Saya tanggapi eksepsi para terdakwa secara tertulis pada persidangan selanjutnya majelis?.” pesan damang selaku jpu dari kejari surabaya.

Ketua majelis hakim Pudjo selanjutnya menyampaikan kepada tim kuasa hukum terdakwa maupun jaksa, Sekaligus akan membacakan surat penetapan terkait permohonan pengalihan penahanan, terhadap terdakwa Ir. Willy Tanumulia dan Fransiskus Martinus Soesetio.

” Setelah membaca permohonan pengalihan penahanan yang diajukan oleh penasihat hukum para terdakwa, sesuai dengan pasal 23 KUHAP, dengan ini majelis hakim menetapkan terdakwa Ir. Willy Tanumulia dan Fransiskus Martinus Soesetio, dialihkan penahanannya dari tahanan rutan menjadi tahanan kota.” jelas hakim ketua singkat.

Majelis hakim ketua juga mengatakan bahwa para terdakwa dijamin oleh penasihat hukumnya, Dan terdakwa tidak akan melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.
” Alasannya karena terdakwa juga sedang mengidap penyakit kulit.” katanya sebagai acuan permohonan.

Seperti diketahui, Ketika pemilik zangrandi Adi Tanumulia meninggal dunia, Selanjutnya kegiatan usaha tersebut di lanjutkan ketujuh orang anak kandungnya, Sehingga akhirnya di urus badan hukum usaha ice cream tersebut dengan nama PT. ZANGRANDI PRIMA yang Pemegang Sahamnya adalah para ahli waris sekaligus.

Seiring waktu berjalan dalam pendirian PT Zangrandi, Yaitu segenap Ahli Waris pun sepakat dalam RUPS jika saham milik Evy Susantidevi diatas namakan saudaranya, yaitu Sylvia Tanumulia yang tertuang dalam Akta No. 31 tanggal 12 Pebruari 1998 tentang Surat Pernyataan yang dibuat dihadapan Susanti, S.H Notaris /PPAT di Surabaya.

Dimana, Saat sebelumnya dalam setiap rapat perusahaan Evy selalu diundang bahkan diberikan deviden oleh Perusahaan.

Namun diketahui, sejak Sylvia Tanumulia meninggal dunia pada tahun 2013, Diduga timbul upaya-upaya untuk mencaplok saham Evy Tanumulia di perusahaan Zangrandi. Sehingga diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Yang selanjutnya, saham sebanyak 20 milik Sylvia (alm) berikut milik Evy tersebut malah dialihkan sepihak kepada Willy (7) saham, Grietje (7) saham, dan Emmy (6) saham, pada tanggal 25 Agustus 2017. Dan hasil rapat lalu disahkan oleh Fransiskus.

Kendati, Jauh pada tahun sebelumnya, Pada tanggal 12 Pebruari 1998, Bahwa Sylvia Tanumulia sudah membuat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam Akta No. 31 tanggal 12 Pebruari 1998 tentang Surat Pernyataan yang dibuat dihadapan Susanti, S.H Notaris /PPAT di Surabaya. Lebih lanjut pada pernyataannya, Sylvia mengaku dari 20 saham tersebut jika yang 10 saham adalah milik Evy Susantidevi.

Sehingga, Atas perbuatan para terdakwa, dalam hal ini Evy Susantidevi Tanumulia merasa dirugikan, Pasalnya, saham miliknya pribadi ikut dibagikan dalam pengalihan saham sebelumnya dilakukan pada RUPS.

Sebagaimana sesuai dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Bahwa perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP jonto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juga Pasal 266 KUHP jonto Pasal 55 ayat (1) KUHP. {Red}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Risma Wali Kota Surabaya Pemaaf itu, Telah Mencabut Laporan Penghina Tersangka Zikria dari Polrestabes

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com} – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pemaaf itu, secara resmi telah mencabut laporan ...