Home / Berita / Transportasi / Udara / Pemilik Servis PS Sekap dan Aniaya Aggota TNI, Pelaku Diamankan Pom AU
Kedua Pelaku sekap dan penganiaya anggota TNI AU di Medan

Pemilik Servis PS Sekap dan Aniaya Aggota TNI, Pelaku Diamankan Pom AU

MEDAN, {DETEKTIFNews.com}-Pelaku sekap dan penaniayaan Warga Jalan Brig Zein Hamid Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor mendadak ramai. Pasalnya, seorang oknum anggota TNI AU bernama M. Chalik (45), korban penyekapan dan penganiayaan oleh seorang pengusaha rental dan servis PS (Play Station) bernama Jhoni dan temanya Indra Wijaya (38), pada Minggu (23/9/2018) kemarin malam.

Akibat aksi penganiayaan yang dilakukan oleh pengusaha rental dan reperasi tersebut, oknum TNI AU berpangkat Pelda ini harus di larikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan itensif.

Menurut korban kejadian berawal saat anak korban mendatangi toko milik pelaku untuk memperbaiki play station miliknya yang rusak dan minta di servis.

Sampainya disana, play station milik anak korban pun di terima oleh pelaku. Selanjutnya, Jhoni memberikan tanda terima kepada anak korban yang di dalamnya tidak ada tulisan berapa biayanya. Karena harus mengecek apa saja yang menjadi kerusakan play station milik anak korban.

Beberapa jam kemudian, pelaku menelepon anak korban dan mengatakan, bahwasanya play station mengalami rusak dan biaya memperbaikinya sangat mahal. Mendengar biaya yang sangat tinggi anak korban kembali mendatangi toko milik pelaku dengan maksud mau membatalkan servis, sekaligus mengambil play station miliknya.

Namun, saat anak korban hendak mengambil play station miliknya, pelaku mengenakan biaya Rp.100 ribu. Anak korban terkejut mendengar dikenakan biaya besar yang dikatakan oleh Jhoni. Karena uang anak korban tidak cukup, anak korban pun pulang dan memberitahukan permasalahan tersebut kepada ayahnya Pelda M Chalik.

Mendengar perkataan anaknya, Chalik lalu mendatangi toko milik Jhoni. Sampainya di toko, korban mempertanyakan kepada pelaku perihal biaya Rp. 100 ribu, biaya yang di kenakan. Padahal play station milk anaknya belum sempat di service.

Salah seorang pegawai toko milik Jhoni pun menerangkan kepada korban, bahwasanya uang Rp. 100 ribu tersebut untuk biaya kwitansi dan biaya cek in trouble. Mendengar perkataan pegawai toko, korban tidak terima dan protes.

Mendengar cek-cok antara korban dan pegawainya. Pengusaha rental dan reperasi bernama Jhoni dan temanya Indra Wijaya yang saat itu berada didalam toko langsung mendatangi korban. Keduanya langsung menarik paksa oknum TNI AU ini kedalam sebuah ruangan yang ada didalam toko.

Didalam toko, korban langsung dianiaya oleh keduanya dengan menggunakan alat pemukul base ball dan sebuah besi ke arah pinggul bagian belakang dan kepala belakang dekat telinga korban dan pipi bagian kiri bawah mata yang mengalami luka robek.

Darah segar pun muncrat dari kepala oknum TNI AU yang bertugas di bagian logistik Lanud Soewondo ini. Pukulan itu pun berkali-kali di laukan oleh keduanya. Disaat yang bersamaan, seorang wanita yang saat ini melihat kejadian tersebut dan mengatakan,” habisi saja, kasih mati aja dia (korban_red),” ucap korban menirukan perkataan wanita sebagai kasir di toko milik Jhoni.

Korban yang dalam keadaan luka di kepala langsung menelpon rekanya sesama TNI AU. Tak lama berselang, Polisi Militer TNI AU datang bersama beberapa rekanya datang ke lokasi dan berusaha membebaskan korban. Namun dalam pembebasan terhadap korban, pihak TNI AU mendapatkan perlawanan dari kedua pelaku.

Walupun didatango teman korban, menurut saksi mata ditempat kejadian, kedua tersangka melemparkan benda keras berupa martil, obeng kepada petugas TNI AU. Namun, aksi keduanya berhenti seletah POM AU berhasil masuk dan membebaskan korban. POM AU pun mengamankan Jhoni dan Indra Wijaya dan mengamankan sebuah stik base ball sebagai alat bukti penganiayaan korban.

Muhammad Chalik saat di wawancarai awak media pada saat membuat laporan di Satpom AU Lanud Soewondo mengatakan, kalau dirinya dipukuli oleh kedua pelaku lantaran ia tidak mau membayar uang kwitansi dan uang checkin.

“Anakku servis play station di toko si Jhoni, saat diantar ke sana karyawan toko bilang belum bisa memastikan kerusakan dan biaya reparasinya sehingga hanya diberikan tanda terima barang, dan akan dikabarin besar biayanya. Lalu pada saat dikasi tau jumlah biaya reparasinya ternyata sangat mahal hingga anak saya tak jadi memperbaiki play station dan langsung mengambilnya,” jelas Muhammad Chalik.

Dansatpom AU Lanud Soewondo Mayor Pom I gede Eka Santika ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota TNI AU yang bertugas di Dinas Logistik Lanud Soewondo Medan. {Kornelius}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.