Home / Hukrim / Hakim Tolak Pemindahan Tahanan Terdakwa Petinggi Sipoa, Locus Delicti Ada Pasal Mengatur Persidangan
Sidang Dua Orang terdakwa petinggi Sipoa

Hakim Tolak Pemindahan Tahanan Terdakwa Petinggi Sipoa, Locus Delicti Ada Pasal Mengatur Persidangan

SURABAYA, {DETEKTIFNews.com}-Jaksa Penuntut Umum dalam sidang kasus penipuan pembelian apartemen Sipoa Group memberi ‘perlawanan’ atas eksepsi kuasa hukum dua terdakwa, Budi Santosa dan Klemens Sukarno Candra.

Jaksa Penuntut Umum, meminta hakim menolak eksepsi terdakwa dan melanjutkan sidang pidana. Dalam persidangan di PN Surabaya ini, JPU Rachmad Hary Basuki diberi kesempatan menjawab eksepsi kuasa hukum terdakwa.

Pada berkas tanggapannya, JPU Hary menilai bahwa eksepsi yang diajukan sudah masuk ke pokok perkara persidangan.

“Materi eksepsi sudah masuk ke pokok perkara. Makanya, kami minta majelis hakim untuk menolaknya,” jelasnya pada Wartawan usai persidangan, Kamis (2/8).

Hary juga menjelaskan, terkait keinginan kuasa hukum terdakwa dimana seharusnya kasus ini disidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo karena locus delicti (tempat kejadian perkara), karena dia menilai mereka tak memahami ada pasal yang mengatur, bahwa kasus ini sudah dipelajari oleh ketua pengadilan setempat.

“Mereka hanya memahami pasal 143 ayat (1) saja. Padahal di ayat duanya dijelaskan bahwa ada kewenangan ketua pengadilan memeriksa,” jelasnya.

Massa korban sipoa brkumpul di halaman PN Surabaya

Mengenai kesamaan dakwaan pada dua terdakwa, Hary membantahnya. Dia menjelaskan bahwa ada perbedaan terkait peran masing-masing terdakwa.

“Jadi kami tak sependapat dengan eksepsi yang diajukan kuasa hukum. Karena ada keterlibatan satu dan kepentingan antara satu dengan lainnya,” tuturnya.

Setelah mendengarkan tanggapan dari JPU , majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan juga menanggapi permintaan kuasa hukum terdakwa, yang ingin pemindahan tahanan dari Polda Jatim ke Rutan Medaeng. Majelis hakim menilai bahwa pemindahan itu belum perlu, jadi kedua terdakwa petinggi Sipoa tetap ditahan Mapolda Jatim.

Seperti sidang sebelumnya, terdakwa Kasus Sipoa tetap dikawal korban penipuan dan penggelapan apartemen Sipoa. Usai sidang Terdakwa terus diburu para korban dengan teriakan maling maupun ingin uang mereka dikembalikan. Sehingga terdakwa selalu dikawal Pihak aparat Kepolisian untuk menghidari amukan massa dan dilarikan kebelakang gedung PN Surabaya untuk masuk mobil tahanan. {B. SITINJAK}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Wakapolda Jatim Buka Pelatihan SPKT di Mapolda Jatim

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Wakapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto didampingi Dirreskoba, Direskrimsus, Direskrimum dan Ka SPKT Polda ...