Kerahkan 25 Kapal Urai Kemacetan di Penyebrangan Banyuwangi-Gilimanuk

BANYUWANGI-Truk logistik untuk penyeberangan Banyuwangi-Gilimanuk sepanjang 15 kilometer terjadi kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Jumat pagi (4/9/2026).

Antrean truk logistik dan kendaraan pribadi iti mengular dari kawasan utara Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, hingga Terminal Sritanjung, mulai Selasa (1/9/26). Kemacetan di jalur vital Jawa–Bali itu dipicu berkurangnya kapasitas penyeberangan akibat perbaikan Dermaga Movable Bridge (MB) 2 Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi tersebut diperkirakan masih berulang hingga akhir November atau awal Desember.

Kasi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungwangi Widodo kepada media mengatakan, perbaikan Dermaga MB 2 Gilimanuk membuat kapasitas pelayanan di sisi Bali berkurang. Pada saat yang sama, volume truk logistik dalam beberapa hari terakhir justru meningkat.

“Dermaga MB 2 Gilimanuk masih diperbaiki sampai akhir November atau awal Desember nanti. Kebetulan volume truk juga sedang naik dalam tiga hari terakhir. Kalau ada satu dermaga tidak beroperasi, tentu dampaknya sangat terasa,” ujar Widodo.

Sementara, ratusan truk logistik terjebak dalam antrean dan sebagian sopir harus menunggu hingga dua hari untuk dapat menyeberang dari Banyuwangi ke Bali.

Terpantau antrean kendaraan mengular di sepanjang ruas jalan menuju pelabuhan. Truk-truk besar terpaksa berhenti berdesakan menunggu giliran masuk kapal, sementara sebagian lainnya ditampung di area parkir pelabuhan banyuwangi.

Kondisi ini sebelumnya memicu aksi protes para sopir pada Kamis. Mereka menuntut penambahan kapal untuk mengurai antrean yang terus berulang. Sejumlah sopir bahkan sempat memblokade akses masuk Pelabuhan Ketapang sebagai bentuk protes.

Untuk mengatasi kepadatan, Pelabuhan Ketapang telah mengerahkan 25 kapal besar, termasuk tiga kapal bantuan. Penambahan armada tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyeberangan dan mengurai antrean kendaraan di lintasan Jawa Banyuwangi. {☆}