Handiwiyanto & Asosiates Low Firm Dengan Ubaya Laksanakan MoU

0
9
Dekan FIH Ubaya, Yoan Nursari Simanjuntak berfoto bersama Founder Of Handiwiyanto & Associates Law Firm, Billy Handiwiyanto saat MoU Triplehelix, Rabu (22/6/2022).

SURABAYA -Triple Helix Engagement adalah program Link and Match antara Pemkot Surabaya, Ubaya, hingga industri atay swasta. Dalam penerapannya, diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa kepada lulusan SMA atau SMK khusus kota Surabaya.

Para peserta, berasal dari lulusan SMA/SMK dari keluarga tidak mampu secara ekonomi, kemudian melanjutkan jenjang akademik di UBAYA. Tak sampai di situ, mereka juga diberi kesempatan kerja di industri yang telah bekerja sama usai lulus.

Salah satunya yang memperoleh kesempatan kerjasama itu adalah Handiwiyanto & Associates Law Firm. Di sana, mereka bakal menyerap puluhan, hingga ratusan mahasiswa magang dari Pemkot Surabaya melalui Ubaya.

Meski begitu, proses magang di tempat tersebut tak asal-asalan. Ada kriteria tertentu yang wajib dipenuhi oleh para mahasiswa. Mulai dari nilai akademik, kecakapan, hingga adaptasi dengan permasalahan hukum perdata mau pun pidana.

Founder Of Handiwiyanto & Associates Law Firm, Billy Handiwiyanto mengaku bersyukur telah memperoleh hal tersebut. Ia pun mengapresiasi program Triplehelix yang sudah berjalan sejak tahun lalu.

“Jadi, hari ini kami diundang MoU terkait program itu, saya adalah salah satu vendornya dan kami akan menerima mereka (mahasiswa magang) untuk kerja dengan jangka waktu 3 tahun,” kata Billy saat ditemui, Rabu (22/6/2922).

Dalam prosesnya nanti, Billy ingin calon advokat muda yang magang di tempatnya mempunyai feedback edukasi di luar sekolah. Artinya, pihaknya tak hanya ilmu saja, tapi juga pengalaman untuk langsung praktik di lapangan.

“Jadi, bisa terjun ke dunia lapangan asli, karena di kampus dan di lapangan berbeda. Saat magang di kita, juga dalam pengawasan Pemkot dan Ubaya,” ujarnya.

Billy menyebut, tak ada kuota atau batasan tertentu yang diperuntukkan di tempatnya. Mengingat, tujuannya utamanya adalah untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

Kendati demikian, pihaknya tetap memilah dan memilih opsi mahasiswa yang diperoleh dari Ubaya. Mereka yang lolos seleksi dan sesuai kriterianya, bakal dipilih untuk magang hukum di kantornya yang berada di kawasan Kusuma Bangsa Surabaya.

“Sesuai kontrak, 7 tahun, sepertinya ini bisa jadi beberapa tahun lagi bisa terima, karena menunggu selesai magang, tapi di tengah-tengah proses belum selesai, mereka juga boleh praktik ke kita, dan nanti kita akan ajak langsung praktik di pengadilan, kejaksaan, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia ingin para mahasiswa yang magang di tempatnya bisa terbentuk. Terutama, mengarahkan dan memfokuskan bidikan sesuai keahlian masing-masing.

“Awalnya (ilmu hukum) global, kita bentuk nalurinya. Misalnya, waktu magang dia belajar dan tahu tentang pidana, lalu kita arahkan sesuai kebisaan mereka itu,” tutupnya. {SN}