Komisi I DPRD Kab. Manggarai Barat NTT Kunjungi Tanjung Perak

0
13

SURABAYA-PT Pelabuhan Indonesia (persero) Sub Regional Jawa menerima kunjungan dari Komisi I DPRD Kab.Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur bertempat di Ruang VIP Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara pada Rabu (08/06/22). Kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dengan pemerintah daerah di wilayah Labuan Bajo.

Kunjungan yang dimulai pada pukul 10.00 ini disambut hangat oleh Denny Hermanto selaku Division Head Komersial Regional 3 PT Pelindo (Persero) yang sekaligus perwakilan dari Regional Head 3 PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) yang juga didampingi oleh Onny Djayus selaku CEO Pelindo Sub Regional Jawa dan Dhany Rachmad Agustian selaku GM Kalimas dan Terminal Penumpang Pelindo Sub Regional Jawa.

Onny Djayus menyampaikan, rasa terima kasih atas kepercayaannya kepada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dapat menerima kunjungan dari Komisi I DPRD kab.Manggarai Barat-NTT. Pada kesempatan tersebut, Onny menjelaskan tentang PT Pelabuhan Indonesia (Persero) pasca Merger “Saya merasa terhormat dapat menerima kunjungan pada hari ini dan saya sedikit menjelaskan seputar Pelindo pasca Marger. Kita disini masih banyak melakukan pembenahan baik dari segi SDM maupun teknis yang lumayan banyak mengalami perubahan. Termasuk soal subholding, infrastruktur dan masih banyak lagi”, ungkapnya.

Marselinus Jenamun selaku Wakil Ketua DPRD Kab.Manggarai Barat mengungkapkan maksud dan tujuan berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Perak yaitu untuk menjalin silahturahmi serta mengetahui berbagai informasi seputar orientasi pengembangan pelabuhan Labuan Bajo meliputi penataan SDM, pengembangan UMKM, akomodasi pengiriman produk dan lain sebagainya. “Kami berharap Pelindo mau bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bisa mengakomodir segala kebutuhan masyarakat di Labuan Bajo, dan diharapkan adanya aspek lokal akses dan lokal konten dari Pelindo terkait pengembangan SDM dan pembangunan infrastruktur pelabuhan yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Labuan Bajo. Semoga kehadiran Pelindo dapat meningkatkan perekonomian UMKM daerah setempat” imbuhnya.

Dengan hal tersebut Onny menyampaikan, “kami sangat siap dalam mendukung kerja sama dalam bentuk apapun yang saling membantu kedua belah pihak. Tidak ada kendala yang signifikan yang perlu dikhawatirkan asalkan kita banyak melakukan diskusi dan bertukar pikiran. Mengingat juga kita baru saja belum setahun ini melakukan merger. Sehingga mungkin kami masih harus melakukan penyesuaian terhadap kondisi sekarang ini. Tapi untuk dukungan dan kerja sama kami siap kapanpun dibutuhkan” tandasnya.

Agustinus Jika selaku Ketua Komisi I DPRD Manggarai Barat juga menambahkan “Labuan Bajo merupakan salah satu koneksivitas pengembangan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara khususnya di bidang pariwisata dimana banyak terdapat wisatawan mancanegara, sehingga diharapkan putera puteri daerah kami juga bisa mendapatkan pelatihan pengembangan seperti pelatihan bahasa Inggris maupun program magang BUMN” tambahnya saat sesi diskusi berlangsung.

Onny Djayus pun mengungkapkan , bahwa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sejak dulu hingga saat ini selalu membuka program magang dalam berbagai bidang. “Kami disini selalu membuka program magang baik dari Perguruan Tinggi maupun jenjang SMA. Bahkan untuk SDM sendiri kami tidak melihat ijazah apabila belum menyelesaikan sekolah, biasanya kami membantu dalam pendidikan dengan program-program yang sudah ada. Bahkan ada yang sampai kami sekolahkan ke Luar Negeri apabila dirasa mampu dan memiliki potensi tentunya” tambah Onny.

Selain dari DPRD Manggarai Barat, ada juga beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh perwakilan instansi yang turut hadir salah satunya dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan terkait pengiriman produksi rumput laut dan ikan pelagis sampai ratusan ton selama ini hanya diangkut dengan kapal-kapal lokal dan apakah ada atensi terhadap hal tersebut.

Onny juga menanggapi tentang hal tersebut “terkait produksi hasil laut seperti ikan-ikan atau rumput laut yang sudah dikonsolidasi dalam jumlah cukup sebaiknya diangkut menggunakan kapal petikemas (refer container) yang dilengkapi dengan Cool Storage agar ikan-ikan lebih awet sehingga bisa di ekspor ke Bali dalam jumlah besar”, tambahnya.

Sesi diskusi juga membahas persoalan lainnya terkait potensi wisata dan terkait CSR dan UMKM yang dihadirkan saat penyambutan Kapal Pesiar. Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, maka dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama serta melakukan penukara cindera mata dari kedua belah pihak dan rombongan diajak berkeliling Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Rombongan mengaku sangat senang dan takjub dengan fasilitas dan tatanan di Surabaya North Quay. Lalu pihak PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mengantarkan rombongan sampai pada lobby Gapura Surya Nusantara. {hms/red}