Ini Penjelasan Pengacara,   Bos Pabrik Rokok Malang Beli Perumahan Senilai Rp. 16  Miliar

0
34
Sidang PKPU Saat pembacaan hasil voting.

SURABAYA-Permasalahan antara ribuan konsumen selaku pembeli perumahan, dengan PT Indo Tata Graha (PT ITG) selaku pengembang diberbagai daerah, Siap menanti hasil putusan Pengadian Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin depan tanggal 13, Juni 2022.

Diperoleh informasi dari berbagai pihak, bahwa nilai uang yang telah dibayarkan oleh sejumlah konsumen ke PT ITG bervariasi, Ada yang Rp. 30 Juta, Rp.90 Juta, Rp.150 Juta dan Rp.300 Juta secara tunai.

“Saya baru bayar 30 juta, saya 150 juta, saya bayar 300 juta mas tunai,, tapi belum ada bangunan tanah masih berbecek,” ungkap beberapa keluhan konsumen yang menjadi kreditur di PN Surabaya.Rabu, (8/6/2022).

Selanjutnya, Informasi dari pengadilan, bukan hanya nilai ratusan juta saja yang diketahui sebagai nilai kerugian atas pembayaran ke PT ITG, Bahkan terdapat informasi dari kuasa hukum salah satu paguyuban, Yakni Pengacara Ramot Batubara,SH dan kurator pengurus PKPU Sahlan Azwar,SH,MH, menyebut ada satu bos pabrik rokok di malang bernama H.Malik membayar sebanyak Rp 16 Miliar.

“Informasinya, ada bos pabrik rokok juga dimalang sudah membeli sebanyak uang 16 miliar rupiah namanya Haji Malik, Namun rumah belum dibangun,” bebernya kepada awak media.

Kanan, Kurator Sahlan Azwar,SH,MH.

Sementara Sahlan Azwar selaku kurator pengurus PKPU juga menambahkan, jika Direktur Utama PT ITG Dadang sudah ditahan di Polres Sidoarjo dan sedang jalani sidang.

“Untuk direkturnya namanya Dadang memang lagi ditahan di Polres Sidoarjo, dan saat ini lagi disidang kasus ini juga penipuan perumahan,” ujar advokat sekaligus juga kurator asli dari minang, padang sumatera barat tersebut.

Terpisah, Kuasa hukum PT ITG maupun Dadang Hidayat, Yakni, Rachmad Ramadhan Machfud,SH,MH saat dikonfirmasi membenarkan, Jika kliennya dilaporkan oleh seorang konsumen bernama Evy Susilowati ke Polresta Sidoarjo, Dan soal konsumen pengusaha dari malang bernama H Malik, Rachmad mengakui jika ada pengusaha dari malang membeli rumah, dengan jumlah uang Rp 16 Miliar, Namun dirinya belum mengetahui jika uangnya ada masuk ke PT ITG.

“Benar ditahan, pelapor hanya seorang saja namanya evy susilowati kerugian sekitar 200 juta, Dan pengusaha dari malang benar ada saya dengar namanya H Malik membeli dengan nilai 16 Miliar, Tapi saya hanya bertemu dengan wakilnya saja nama Galih, Dan saya tidak mengetahui jika uangnya sudah dibayarkan,” jelas advokat Rachmad menyampaikan sesuai yang diketahuinya. {Tim}