Karyawan Hair Star Indonesia Minta Haknya Selama 4 Bulan Belum Dibayar

0
242

SURABAYA-Sejumlah karyawan PT. HAIR STAR INDONESIA menggelar Poster untuk memohon agar gajinya segera diselesaikan . Mereka nekat melakukan aksi ini karena sudah 4 bulan tidak menerima gaji.

Dalam aksi yang digelar didalam arena perusahaan pada Jum’at  (20/20/2021), karyawan juga menuliskan tuntutan dispanduk yang dipajang di dalam perusahan yang bertuliskan “PT. HSI Kami Butuh Gaji, Bukan Janji”. Anak Istri Kami Butuh Makan.

Salah satu karyawan, Sholekan mengatakan, bahwa aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan kepada pimpinan perusahan yang dianggap telah mengabaikan hak-hak karyawan selama beberapa bulan-bulan. ini

“Ini aksi kekecewaan dari rekan-rekan terhadap pimpinan yang hingga saat ini belum dapat menyelesaikan tunggakan gaji karyawan sejak mei 2021 hingga sekarang,” kata Sholekan yang sudah bekerja selama 30 tahun.

Sholekan juga mengatakan, pihaknya butuh keterbukaan dengan pimpinan perusahaan karena selama ini pihaknya hanya diberikan janji-janji dan disuruh sabar. “Jadi kita ini tidak tau apa alasan perusahaan hingga kini belum membayar kami. Karena setiap kami meminta hak (gaji) kami Jawabanya hanya janji dan disuruh sabar,”teranganya.

Memang sebelumnya unntuk meredam aksi kami, lanjut Sholekan perusahaan membayar kami sebesar Rp 300 ribu. “kami sempat dikasih gaji Rp 300 ribu.

Hal itu saya anggap hanya untuk meredam aksi kami saja,”ungkapnya.

Atas kejadian ini, Sholekan bersama rekan – rekan lainya akan memohon pada pimpinan perusahan agar memberikan haknya. “Langkah kami selanjutnya meminta pada pimpinan agar hak kami diberikan pada bulan September. Karena banyak rekan-rekan yang ada disini adalah kos yang setiap bulannya harus membayar dan sudah diusir dari kost-kosan,”pungkasnya. karena tidak bisa membayar.

Secara terpisah, Mulyono selaku kepala produksi PT. HAIR STAR INDONESIA sekaligus wakil Management untuk komunikasi dengan Serikat Buruh Indonesia saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa perusahaan masih menunggu hasil Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Surabaya. “Kami bukannya tidak memberikan gaji karyawaan. Kami masih menunggu hasil dari PKPU.

Dan perusahan tidak melalukan produksi juga tidak mengeluarkan uang,”terangnya.

Mulyono juga mengatakan, pihaknya sudah memberikan gaji karyawan dengan cara menyicil sebelum di rumahkan pada bulan Juni. “Jadi  kami sudah memberikan gaji walaupun tidak penuh.

Ada yang Rp 200 hingga Rp 1 Juta.
Sesuai jabatan masing-masing dan itu seluruhnya,” katanya.

Gaji yang dirumahkan sesuai kesepatakan 45 persen belum kami bayar, karena perusahaan sudah vakum, sejak Juni tidak produksi lagi.

Saat disinggung terkait penunggakan gaji karyawaan, Mulyono menjelaskan masih menunggu hasil sidang PKPU. “Kalau masalah pembayaran karyawaan, kami masih menunggu hasil dari PKPU,”. katanya. (SN)