Home / Berita / Transportasi / Tips Mengatasi Bahaya Micro Sleep Saat Mengemudi

Tips Mengatasi Bahaya Micro Sleep Saat Mengemudi

DETEKTIFNEWS.com: Beduar Sitinjak

Dampak dari kekurangan waktu tidur adalah rasa lelah dan mengantuk saat berativitas. Hal ini terjadi karena otak yang merasa kelelahan namun tetap bertahan untuk menempuh tujuan.

Akibatnya, kamu dapat mengalami micro sleep atau tertidur secara tiba-tiba dalam waktu yang singkat. Micro sleep merupakan tidur ringan yang hanya terjadi selama lima sampai sepuluh detik.

Anda sering mengalami ngantuk saat berkendara? Awas Sahabat, jangan-jangan kamu kena microsleep.

Apa sih bahaya Micro Sleep saat mengemudi Kenderaan ?

Micro sleep sering terjadi saat kamu melakukan pekerjaan yang monoton seperti berkendara atau menatap layar dalam waktu yang lama.

Seseorang yang mengalami microsleep tidak menyadari jika dirinya tertidur atau akan memasuki kondisi tidur, kondisi ini juga dapat terjadi dengan mata terbuka dengan pandangan kosong.

Sebagai contoh, ketika ada pengendara yang memacu kendaraannya dengan kecepatan 100 km/jam. Tiba-tiba mengalami microsleep sekitar 4 detik.
Akibatnya, kendaraan yang dikendarai pun tiba-tiba melaju tanpa kendali sejauh 200 meter dan tentu saja, keadaan itu dapat memicu terjadinya kecelakaan yang fatal.

Faktor-faktor yang membuat kamu berisiko mengalami micro sleep

Tidak semua rasa kantuk menyebabkan seseorang mengalami microsleep. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kamu mengalami micro sleep. Berikut ini pembahasannya: Gangguan Tidur
Penurunan kinerja otak pada siang hari dapat disebabkan gangguan kuantitas dan kualitas waktu tidur seperti insomnia dan sleep apnea.
Mempunyai Hutang Tidur

Biasanya waktu tidur di malam hari yang kurang dari 6 jam menyebabkan kamu memiliki hutang tidur dan hal ini dapat terakumulasi sebelum kamu benar-benar tidur dengan waktu yang cukup. Banyaknya hutang tidur akan meningkatkan risiko mengalami microsleep sewaktu-waktu.
Kerja Shift Malam

Tak hanya mengurangi waktu tidur, pola kerja shift juga memicu pergeseran waktu tidur. Microsleep sangat mungkin terjadi saat masa transisi waktu tidur. Hati-hati nih buat kamu Sahabat yang pola kerjanya seperti ini.

Hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi Micro Sleep Beberapa hal untuk mengatasi microsleep terutama saat kamu sedang berkendara:

1. Micro sleeps dapat dihindari dengan memenuhi kebutuhan waktu tidur 7-9 jam, berhati-hatilah jika kamu hanya tidur kurang dari 6 jam saat malam hari. Lebih baik jangan berkendara dalam kondisi seperti ini.

2. Saat merasa lelah atau mengantuk segera berhenti dan gunakan waktu untuk tidur sejenak, jika kamu sedang berkendara jarak jauh beristirahatlah setiap 1-2 jam sekali.

3. Konsumsi kopi sebelum mengemudi,namun beri jarak waktu. Pada umumnya kopi memberikan efek 30 menit setelah dikonsumsi. Atau kamu juga bisa konsumsi minuman berenergi untuk tetap terjaga saat berkendara.

4. Lakukan aktivitas yang membuat kamu tetap terjaga seperti mengobrol saat berkendara atau mendengarkan musik dengan tempo cepat.

So, buat kamu yang sering lembur kerja sampai malam, harus hati-hati nih. Jangan paksakan membawa kendaran jika kondisi mengantuk. Lebih baik kamu naik kendaraan umum atau jika memang sudah terpaksa harus berkendaraan kamu bisa coba tips di atas saudara dan ingat lebih baik berhenti sejenak.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Budi Positif Virus Corona’ Presiden RI Tunjuk Luhut Emban Tugas Kemenhub

JAKARTA, {DETEKTIFNEWS.com}-Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif virus Corona. Tugasnya sementara diemban oleh Menteri Koordinator ...