Home / Peristiwa / Bambang Haryo: Pemangakasan Anggaran Basarnas Tidak Maksimalkan Pertolongan Kecelakaan Dilaut
Bambang Haryo Komiai V DPR RI saat bertanya pada Basarnas di Posko Evakuasi GSN Terminal Tanjung Perak dan Paling kanan baju Biru Donie GM PT. DLU Cabang utama Tanjung Perak

Bambang Haryo: Pemangakasan Anggaran Basarnas Tidak Maksimalkan Pertolongan Kecelakaan Dilaut

DETEKTIFNEWS.com: Beduar Sitinjak

SURABAYA-Seringnya kecelakaan maupun kebakaran terutama Kapal pemumpang Ro-ro, (Roll on-Roll of) karena masuknya truk yang mengangkut barang terlepas dari monitor maupun pengawasan dari instansi berwenang di Pelabuhan. Keterbatasan alat monitoring adakah sebagai acuan yang di pertimbangkan tak kunjung tiba sebagai sarana pencegahan kebaran tersebut.

Alat monitoring yang dicanangkan selama ini setiap kejadian diperbincangkan dan di elu-elukan untuk dibuat dan di usulkan kepada Pemerinyah seperti melengkapi deteksi alat X-ray atau alat detector adalah sebagai wacana saja tanpa ada wujud kehadirannya di Pelabuhan utama Tanjung Perak, Surabaya.

Pada hal setiap ada musibah kecelakaan kebakaran di Kapal penumpang Ro-ro sebagai tumpuhan dan tujuan disoroti asal muasal musibah itu dari titik api muatan barang truk, setelah ada pemeriksaan baik dari Kesyahbandaran, Otoritas Pelabuahan sampai ketingkat KNKT yang tidak Terekspos siapa yang salah ditingkat Mahakamah Pelayaran (Mahpel) boleh dikatakan tingkat pemeriksaan kecelakaan Kapal maupun kebakaran diduga abu-abu, dan tak satupun terkena sanksi baik ijin layar blcklist maupun tindak pidana yang sudah di atur dalam UU/17/2008.

Bukan hal yang mengejutkan lagi saat ini masih panasnya saat ini Kejadian kecelakaan kebakaran kapal motor (KM) Santika Nusantara Empat hari lalu di perairan Tenggara pulau Masalembo yang menelan korban 3 (tiga) orang meninggal dan 308 (tiga ratus delapan) korban selamat sesuai data yang dilansir Basarnas menjadi perhatian banyak pihak dan sorotan menyedihkan di Masyrakat.

Sampai saat ini keluarga korban masih disedihkan linangan air mata, karena Penumpan yang terjebak dengan kecelakaan kebarkaran belum semuah dapat terevakuasi. Untuk sementara Update data korban KM Santika Nusantara yang sudah dievakuasi Tim SAR gabungan, hingga Minggu (25/8/2019) pukul 15.30 WIB :

1. Dievakuasi KM Dharma Fery 7 = 64 orang Selamat.
2. Dievakuasi KM Spill Citra = 23 orang Selamat.
3. Dievakuasi KN Cundamani ke Tg Perak = 53 orang Selamat & 3 orang MD.
4. Dievakuasi KM Putra Tunggal 8 ke Kalianget = 161 orang Selamat.
5. Dievakuasi KN SAR Laksmana dr Masalembu ke Surabaya = 5 orang Selamat.
6. Dievakuasi nelayan Lamongan ke pelabuhan Brondong = 2 orang, dg rincian :
a. Samuji (37) asal Blitar
b. Sigit (54) asal Kediri

Dalam kunjungannnya Anggota komisi V DPR-RI, Bambang Haryo Soekartono mengingatkan, terhadap kejadian kebarkaran kapal KM Santika Nusantara ini penangananannya sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga tidak tumpang tindih.

Ia menyatakan, kecelakaan itu murni menjadi tanggung jawab pihak kesyahbandaran untuk melakukan pengusutan terhadap faktor penyebabnya yang nantinya akan menjadi dasar Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap sebenarnya apa yang telah terjadi penyidik pegawai negeri sipil.

“Penyidik PPNS lah yang harus menyelidiki karena kasus ini murni kecelakaan di laut yang menjadi tanggung jawab Mahkamah Pelayaran bukan unsur pidana, Jadi tidak serta merta persoalan ini dibawa ke Kepolisian,” katanya disela mengunjungi posko kecelakaan KM Santika Nusantara di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (26/8/2019). Bambang menjelaskan, ada indikasi persoalan ini menjadi kasus pidana akibat meninggalnya 3 (tiga) orang korban kebakaran kapal tersebut. Padahal, menurutnya tiga orang yang meninggal merupakan korban dari sebuah kecelakaan kapal laut yang notabene ada aturan khusus yang mengatur terkait kejadian tersebut di dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

“Untuk kejadian ini, diatur dalam undang-undang khusus pelayaran . Tapi kalau nanti ditemukan ada unsur pidana tentu akan diserahkan kepada pihak Kepolisian,” tegas Bambang.

Bambang juga memberikan apresiasi kepada pihak pelayaran pemilik KM Santika Nusantara, dari kejadian itu, hampir seluruh alat keselamatan bekerja sesuai fungsinya yang dimanfaatkan para korban untuk upaya menyelamatkan diri, hal itu tampak pada saat KM Dharma Ferry VII menyelamatkan para korban dari lifepraft yang mengembang sempurna.

“Saya apresiasi tterhadap pelayaran karena telah memperhatikan alat keselamatan di kapal masih berfungsi sempurna,” ungkap Bambang.

Kata Bambang, stirilisasi penumpang kapal harus lebih ditingkatkan khususnya di seratus an lebih pelabuhan yang sudah berstandar Internasional yang sudah menjadalankan ISPS Code seperti salah satunya Tanjung Perak. Dengan begitu, muatan kapal yang dipicu menjadi penyebab kecelakaan kapal KM Santika Nusantara dapat diminimalisir, dan tidak akan berulang terus seperti yang selama ini berlangsung.

“Perlu lebih ditingkatkan terkait stirilisasi penumpang dan barang muatan seperti muatan truk yang hendak naik ke kapal,” anjurnya.

Kunjungannya Ke Posko SAR juga Bambang mengkritik, pemangkasan anggaran dan keterbatasan yang dimiliki Basarnas perlu lebih diperhatikan lagi sebagai upaya mempercepat respon setiap terjadi keadaan darurat khsusnya yang terjadi di tenggah laut sehingga perlu adanya sejenis pos pangkalan yang berada di posisi Masalembo agar bisa lebih reaktif dan cepat penanganananya, karena poaisi Maaalembo ditengah insonesia Timur dan di Belitung pos pangkalan mewakili bagian barat.

“Sering sekali saya sampaikan bahwa anggaran Basarnas itu tidak bisa dipangkas-pangkas agar lebih optimal fungsinya”, tegasnya.

Seorang ibu dengan anaknya masih menunggu di Posko GSN Tanjung Perak, karena keluarga yang belum ditemukan korban kebakaran Kapal kejadian di Masalembo

Sementara sebagian korban masih ada yang belum diketahui dimana berada oleh Tim SAR. Salah satunya keluarga korban masih menunggu di Posko musibah Terminal Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak. “Kami masih menunggu keluarga kami pak yang sampai sekarang belum ditemukan yaitu salah seorang Pekerja Ekspedisi membawa muatan menggumakan Truk Fuso dari PT. KMM tujuan balik papan  Kalimantan”, ujar seorang ibu dengan anaknya.

About Beduar Sitinjak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Wabup dan Sekda Sidoarjo Jadi Sorotan Soal Penggunaan Masker

SIDOARJO-Wakil Bupati (Wabup) dan Sekretaris Daerah Sidoarjo menjadi sorotan. Gara-garanya, keduanya terkesan memandang remeh soal ...