Home / Berita / Umum / Jhunellis Sinaga: Kerugian Capai Miliaran, Sekitar 28 Pemilik Keramba Apung Ikannya Mati Akibat Upwelling
Ikan keramba warga yang mati akubat suhu upwelling di danau toba

Jhunellis Sinaga: Kerugian Capai Miliaran, Sekitar 28 Pemilik Keramba Apung Ikannya Mati Akibat Upwelling

Laporan Redaksi: Beduar Sitinjak, SH

SAMOSIR, {DETEKTIFNews.com}-Ratusan ton ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) jenis ikan mas dan ikan mujair milik masyarakat, tepatnya di Dusun I Kelurahan Pintusona kecamatan Pangururan Samosir, disebut akibat Up Welling (kekurangan Oksigen).

“Sebelumnya juga hal itu sudah pernah terjadi di tahun 2016, tepatnya di Tanjung Bunga desa Siogung ogung, dan itu disebabkan karena perubahan suhu dari dasar perairan ke permukaan (Up Welling),” ujar Kepala Bidang Perikanan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Jhunellis Sinaga, Rabu (22/8/2018) Malam.

Jhunellis Sinaga Kabid Perikanan dan Pertanian kabupaten Samosir

“Sehingga amoniak itu jadi meningkat dan gas gas beracun yang dari dasar itu jadi ikut naik sehingga oksigen yang diperlukan oleh ikan jadi berkurang dan menyebabkan ikan tersebut mati”, tambah Jhunellis.

Kata Jhunellis, penyebab lainnya juga karena cuaca. Cuaca juga sedang dalam keadaan kemarau panjang, sehingga menjadi salah satu faktor.

Dia mengimbau, kepada masyarakat pemilik KJA, khususnya yang berdekatan dari lokasi matinya ikan tersebut, agar menjauhi kerambanya untuk sementara waktu.

Hal itu dianjurkannya, agar warga tidak terkena penyakit akibat limbah ikan yang sudah mulai mengeluarkan aroma busuk. Saat ini diketahui sekitar 28 pemilik keramba apung yang ikan nya semua sudah mati akibat Upwelling.

Besok, 23 Agustus akan dilakukan pembersihan Danau Toba di sekitar keramba apung yang mengalami kematian ikan akibat Upwelling.

“Semua ikan yang mati akan kita tanam, dengan menggali lubang menggunakan alat berat (exskavator), agar tidak menimbulkan penyakit dan bau busuk,” jelasnya.

Ikan mati dikubur langsung agar tidak menimbulkan bau tak sedap dan penyakit

“Dan kedepannya, kita akan tata zona dan penerapan secara teknis mengenai kerambah apung masyarakat. Saat ini drafnya sudah kita susun. Dalam tahun ini semoga dilanjutkan menjadi Perda”, ujarnya lagi.

Akibat matinya ratusan ton ikan kerambah apung jenis ikan mas dan ikan mujair di Dusun I Kelurahan Pintusona Kabupaten Samosir, masyarakat mengalami kerugian sekira mencapai miliaran rupiah. 

 

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Koramil 0824/27 Jombang Bersama Aparat Terkait, Tak Kenal Hari Libur Terus Sosialisasi dan Awasi Kedisiplinan Masyarakat

JOMBANG-Tidak mengenal hari libur, pada Minggu 27/12/2020, Koramil 0824/27 Jombang bersama aparat terkait terus melakukan ...