
SURABAYA-Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Komisi VII DPR RI) Ir. Bambang Haryo Soekartono dari fraksi Gerindra yang membidangi Perindustrian, UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisata dan Sarana Publikasi telah mengunjungi jelang kesiapan angkutan lebaran (Angleb) di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak.
Kedatangan Komisi VII di daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo datangi terminal GSN melihat langsung kesiapan sarana serta fasilitas di terminal yang di kelola PT. Pelindo Regional 3 Sub regional Jawa di hadiri lintas sektor yaitu, KSOP Tanjung Perak, Pelindo Regional 3, Kepolisian, Basarnas dan Jasa Raharja. Dengan tujuan menyamakan persepsi memperkuat kesiap siagaan menghadapi angkutan lebaran yang kompleks dan beresiko tinggi agar dapat berjalan lancar.
Ir. Bambang Haryo Soekartono kepada media mengatakan, adanya komponen keselamatan yang pertama Coast Guard (Penjaga Pantai) adalah lembaga keamanan maritim yang bertugas melakukan patroli keamanan, penegakan hukum, serta pencarian dan penyelamatan (SAR) di wilayah perairan domestik dan internasional. Karena menjadi tugas keamanan dan keselamatan itu kalau di luar negeri seperti australia dan singapore dibawah keamanan laut (Kamla) yaitu Coas Guard.
“Sekarang adanya UU no 6 yang baru ditekankan bahwa Coas Guard itu hanya dibawah KPLP. Makanya saya tanya apa yang sudah disiapkan KPLP terhadap semua di jalur laut strategis Segitiga emas yaitu Sulawesi kalimantan dan Jawa termasuk trayek yang paling sibuk”, terang Bambang.
Bambang menjelaskan, Saya berpikir tadinya Kapal KPLP Kamla dan SAR sudah ditempatkan di Masalembu, karena kalau jauh dari lokasi itu jika terjadi yang tidak di inginkan kita tidak bisa menolong. Maka nanti dari sisi keamanan di isi di wilayah strategis itu.
“Jadi ini untuk nengantisipasi musim fic saja karena keselamatan penting maupun pertolongan pertama jadi harus stanbay kesiapan -10 hari H sampai 10 +H dan harus siap sesuai hari yang di tentukan oleh Menteri Perhubungan.”, pesan Bambang.
Tambah Bambang, saya minta untuk Caver ansuransi kematian agar dinaikkan saya usulkan dari 50 juta minimal dinaikkan 200 juta dan maksimal sampai 300 juta. “Karena 50 juta tidak cukup dipakai untuk tahlilan”, mohon Bambang.
Arizal Kabid P2 mewakili KSOP Tanjung Perak menyampaikan, mengenai operasi angkutan lebaran kami perkirakan penumpang meningkat di tanggal 14 maret 2026. Untuk periode posko di mulai tanggal 13 sampai tanggal 30 naret 2026. Di periode itu kami mengantisipasi angleb tersebut.
“Dari pusat kami tetap kordinasi setelah itu kami tetap berkordinasi bersama stokholder. Selanjutnya persiapan yang sudah ada menempatkan barang pemudik penumpang angleb di Tegminal GSN Tanjung Perak. Sedangkan untuk kapasitas di GSN dapat menampung penumpang kurang lebih 4000 orang, parkir 100 mobil dan 101 motor serta kemudian di Surabaya Vim ruang tunggu 700 orang,” ujar Arizal.
Kata Arizal, untuk armada pelayanan Penumpang Beroperasi 11 Kapal Penumpang juga 27 Kaal Ro-Ro dan 1 Kapal Perintis. Ada PT. DLU, PT PELNI dan Mutiara Perindo, PT. Timur dan DLN dengan total 39 Kapal.
Sementara, Johanes Wahyu Regional Division Head Operasi Regional 3 PT Peindo mengungkapkan, Kesiapan terminal atas standard yang kita terapkan pada sejak saat libur nataru yang sudah ada di optimalkan dan semaksimal, terutama sterilisasi kemudian sceming baik fasilitas dalam terminal.
“Penambahan fasilitas butuh standarisasi yang sudah ada, lalu ditingkatkan memberi kenyamanan dengan Tagline kita melayani dengan sepenuh hati. Mengenai fasilitas kesehatan maupun pengobatan kordinasi bersama tim RS PHC ”, sebut Wahyu. {☆}



