PT. Pelindo Bersama PT. Nusantara Traisser Selenggarakan pelatihan dan sertifikasi ahli K3 muda BNSP

0
27

SURABAYA-PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT Nusantara Traisser selaku perusahaan penyelenggara Pelatihan dan Sertifikasi ahli K3 Muda Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyelenggarakan program “Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Muda (BNSP) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Tenaga Kepil pelabuhan Kalimas dan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) selama 3 (tiga) hari terhitung mulai tanggal 01-03 Agustus 2022 dengan pembagian 2 (dua) hari pembekalan dan 1 (satu) hari uji kompetensi bertempat di Grand Diamond Hotel Khas Surabaya. Senin (1/8/22).

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menunjuk PT Nusantara Traisser dengan pertimbangan perusahaan tersebut telah berpengalaman dalam melaksanakan pelatihan pembekalan K3 dan uji kompetensi keahlian. Acara yang dimulai pukul 08.30 wib ini dihadiri oleh Regional Head 3 PT Pelindo (Persero), Ardhy Wahyu Basuki, perwakilan Departemen Head Hukum dan Humas Regional 3 PT Pelindo (Persero), Ervan, perwakilan CEO Pelindo Sub Regional Jawa, Nugroho Christianto, GM Kalimas Terminal Penumpang Ro-Ro Pelindo Sub Regional Jawa, Dhany Rachmad Agustian, Deputi Manager Tanggungjawab Sosial Pelindo Sub Regional Jawa, Tjatur Rachman, Deputi Manager Umum & Humas, Rendy Fendy, perwakilan TKBM, dan Direktur PT Nusantara Traisser, Karto Trisasmito.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari dari TKBM, Tally kendaraan Buffer area Kalimas, dan Petugas Kepil Terminal Penumpang GSN, dengan rincian 15 orang TKBM dan 5 orang tenaga kepil di Gapura Surya Nusantara (GSN) dengan tujuan untuk mengembangkan tenaga kerja berbasis kompetensi guna meningkatkan efisiensi pengembangan SDM dan melakukan penerapan regulasi K3 di tempat kerja untuk pekerja ahli muda K3.

Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Muda (BNSP) tersebut merupakan program kerja divisi Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan PT Pelindo (Persero) Sub Regional Jawa tahun 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 77.200.500,- (tujuh puluh tujuh juta dua ratus ribu lima ratus rupiah) yang dilakukan berdasarkan survey dan koordinasi Deputi Manager Terminal II Pelabuhan Kalimas dan GSN dalam rangka menindaklanjuti permohonan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ahli K3 muda BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) bagi TKBM dan Tenaga Kepil tanggal 06 Juni 2022 lalu.

Dalam sambutannya, Nugroho Christianto mengungkapkan bahwa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) saat ini telah berhasil mengimplementasikan budaya K3 di lingkungan kerja guna menekan angka kecelakaan kerja yang dibuktikan dengan adanya penghargaan Zero Accident dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena tercapai nihil kecelakaan kerja (zero accident) di wilayah kerja masing-masing, dimana Pelindo dalam melaksanakan program K3 telah mencapai 6.328.149 jam kerja orang tanpa kecelakaan kerja mulai dari 01 Nopember 2013 hingga 31 Oktober 2021 atau hampir 8 tahun.

Sementara itu, Dhany Rachmad Agustian juga mengungkapkan bahwa, Pelindo saat ini telah berupaya mengoptimalkan standarisasi keamanan dalam kegiatan operasional pelabuhan serta menghimbau kepada seluruh pekerja maupun pengguna jasa / stakeholder untuk selalu waspada dan berhati-hati dan selalu mengutamakan K3 saat bekerja seperti mematuhi sistem dan prosedur (SOP) di terminal, menggunakan alat pelindung diri (APD) saat berada di area ISPS Code guna mengendalikan resiko terhadap kecelakaan kerja, serta mendukung terciptanya Zero Accident yang berdampak pada pengurangan biaya perusahaan serta memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja dan pengguna jasa / stakeholder yang berada di wilayah kerja pelabuhan guna terjamin keselamatannya.

Karto Trisasmito berharap dengan adanya program Pelatihan dan Sertifikasi ahli K3 Muda (BNSP) ini dapat membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kemampuan para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Tenaga Kepil mengenai prosedur pelaksanaan kerja dan pengetahuan mengenai bahaya yang ada di lapangan beserta pencegahannya sekaligus memberikan manfaat dalam peningkatan produktivitas kinerja pelabuhan sekaligus mengurangi laka kerja di lingkungan pelabuhan. {hms/red}