Ketua Aptrindo Surabaya Sarankan Bangsa Kita Ekonomi Mampu Jangan Pakai BBM Subsidi

0
628
Kanan, Putra Lingga Ketua DPC Aptrindo Surabaya

DETEKTIFNEWS.com: Beduar Sitinjak

SURABAY-Meski BBM solar dalam dua hari ini langka di Surabaya yang mengakibatkan kemacetan dan bongkar muat di pelabuhan macet maupun truk yang mau menyeberang lewat kapal ro-ro terlambat, harus menanggung beban rugi tiket hangus akibat ditinggal Kapal. Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Surabaya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pertamina.

Hal itu di konfermasi media Ketua DPC Aptrindo Surabaya Putra Lingga menanggapi, kelangkaan solar bersubsidi. Pihaknya mengapresiasi Pertamina yang masih memasok solar bersubsidi, meski penyaluran di Jatim sudah melebihi total kuota.

“Kuota sampai bulan ini sudah habis, tapi Pertamina masih menggelontor untuk teman-teman. Kami tidak memilih untuk menyetop pengoperasian armada, namun kami lebih kedepankan komunikasi dengan pihak Pertamina,” ungkap Lingga ditengah acara Gatherig Aptrindo 2019 bersama Jimco di Hotel Singgasana, Jumat (15/11/2019).

Tambah Lingga , Pertamina telah menggelontorkan sekitar 25 persen pasokan solar di 8 titik. Yakni di SPBU Jalan M Nasir, Jalan Jakarta, Jalan Gresikan, Jalan Ikan Dorang, Jalan Podo Trisno, Jalan Osowilangun dan Jalan Margomulyo.

“Kami mengnginkan. Karena itu jalur logistik. Pelabuhan seperti Teluk Lamong dan Pelabuhan Tanjung Perak itu jalur logistik ekspor dan impor untuk pergerakan ekonomi,” jelasnya.

Ketua Cabang Aptrindo Surabaya menyarankan, agar bangsa kita yang mempunyai ekonomi lebih bagus (mampu) jangan lah memakai solar subsidi, salah contoh yang memiliki mobil diesel baru, seperti Pajero, Fortuner sampai lebih menengah termasuk Kijang INOVA. Mereka ini kenapa tidak beralih ke BBM Dex.

“Biarlah yang memakai BBM subsidi yang masyarakat tidak mampu, diantaranya Nelayan, petani yang bazak sawah dan yang lainnya yang ekonomi lemah,” anjur Lingga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.