Home / Investigasi / Proyek Saluran Jl. Jurang Kuping Diduga Mangkrak Merugikan Negara Ratusan Juta 
Sebuah bukti bahwa Proyek saluran di Jl. Jurang Kuping belum selesai alias mangkrak. Banyak u-ditch tidak ada penutupnya.

Proyek Saluran Jl. Jurang Kuping Diduga Mangkrak Merugikan Negara Ratusan Juta 

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Proyek saluran air di kawasan Jl. Jurang Kuping, Surabaya yang menelan anggaran ratusan juta, diduga mangkrak selama 3 bulan. Kinerja Nurcholis pemilik CV Cahaya Pratama harus secepatnya ditinjau sama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kalid Kadis Cipta Karya maupun kejaksaan.

Pasalnya, proyek yang berada dekat SMPN 14 Surabaya, dikerjakan asal jadi. Disinyalir kontraktor, konsultan dan pengawas dari Dinas Cipta Karya, Pemkot Surabaya sudah kongkalikong dalam menangani proyek tender tersebut.

Banyak u-dicth yang belum ada penutupnya, sehingga rawan bagi warga maupun pengendara bermotor. Ironisnya, Dinas Cipta Karya bisanya hanya meloloskan tender, namun tidak pernah melakukan pengawasan.

Menurut warga Jl. Jurang Kuping yang namanya tidak mau disebutkan, proyek saluran yang dikerjakan kontraktor, sudah 3 bulan ini belum selesai alias mangkrak.

Banyak u-ditch yang belum diberi penutup. Kontraktor juga meninggalkan alat berat di depan SMPN 14 Surabaya. Semua itu menimbulkan kesan bahwa kontraktor, konsultan dan pengawas dari Dinas Cipta Karya lepas tanggung jawab alias kabur.

Alat berat di parkir didepan SMPN 14 Surabaya. Sehingga rawan kecelakaan akibat macet selalu jika di pagi hari masuk sekolah dan keluar pulang sekolah.

Untuk itu seyogyanya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini segera memerintahkan kepada Kadis Cipta Karya supaya memblacklist CV Cahaya Pratama selaku pemenang tender.
Nircholis selaku kontraktor dari CV Cahaya Pratama saat di konfirmasi wartawan, Kamis (3/10), membantah kalau proyek di Jl.Jurang Kuping tersebut mangkrak.

“Proyek itu tidak mangkrak. Justru proyek itu jalan terus,” ujar Nurcholis saat dihubungi wartawan via selelurnya.

Logikanya, kalau tidak mangkrak, kenapa sampai 3 bulan proyek itu ditinggal. Warga bingung harus lapor kemana, pasalnya tidak ada papan nama, terkait nama CV dan nilai pekerjaan. Bila kualitas proyek itu bagus, mengapa banyak u-dicth tidak ada penutupnya. Apa menunggu korban, siswa SMPN 14 Surabaya masuk ke dalam saluran.

Secara terpisah, Dina Kasie Bidang Saluran, berkali kali hendak ditemui untuk di konfirmasi, namun enggan menemui wartawan yang hendak konfirmasi.

Kepala Dinas Cipta Karya Khalid seyogyanya segera mencopot jabatan Dina selaku kasie, karena tidak bisa membina para kontraktor. {Yok/JAcK}bersambung.

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Camat Pakal Bantah Semua PL Turun Disetiap Kelurahan

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Camat Pakal Trenggono membantah, kalau semua proyek PL (Penunjukan Langsung) diturunkan di setiap kelurahan ...