Home / Hukrim / Diduga Pungli Iuran 1 Juta Perbulan, Warga Menggugat Developer PT. BMMS
Lanjutan sidang gugatan warga perumahan Wisma Bukit Mas di PN Surabaya

Diduga Pungli Iuran 1 Juta Perbulan, Warga Menggugat Developer PT. BMMS

SURABAYA, {DETEKTIFnews.com}-Sidang Gugatan warga Perumahan Wisata Bukit Mas (WBM) Lakarsantri Surabaya, terhadap pihak pengembang perumahan atau yang lebih keren disebut Devloper dengan perkara nomor 695/PDT.G/2018/PN Surabaya berjalan pada agenda pembacaan gugatan pokok perkara yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Selasa,(18/12/2018).

Kuasa hukum warga perumahan WBM yakni Pengacara Adi Cipta Nugraha, SH,MH didampingi Fitra Rizki,SH mengatakan, lanjutan sidang pada pokok perkara. Agar permohonan untukĀ  proses persidangan supaya tergugat lebih menghargai proses, Sekaligus mengajukan permohonan penambahan jumlah warga yang menggugat dari 351 KK yang semula terdaftar hingga ada tambahan menjadi total 542 warga.

Penambahan Pengajuan permohonan pun disetujui oleh majelis hakim yang diketuai Agus Hamzah,SH,MH serta hakim anggota Isjuaedi dan Hakim FX Hanung.

Setelah mengecek berkas pengajuan yang sudah ada dimeja hakim, langsung saat itu juga ditanggapi dan meminta maupun menyarankan kepada tim pengacara penggugat agar menarik terlebih dahulu data yang telah telah diajukan dan selanjutnya jika ada yang dirubah bisa menyerahkan kembali kepada Panitera Pengganti (PP).

“Sebaiknya ditarik dulu data yang diajukan sebelumnya, baru setelah itu apa yang akan direvisi atau ditambahkan bisa diserahkan kembali”. saran hakim ketua.

Tim kuasa Penggugat dalam sidang di PN Surabaya

Semenyara itu, Terkait permasalahan pengembang maupun kewajiban terhadap penggugat (Warga) perumahan WBM, hakim ketua menyampaikan pesan kepada pihak penggugat soal terhadap tergugat nanti akan diatur.

“Dan masalah kewajiban tergugat biar saya yang atur nanti”. tambah hakim Agus Hamzah, SH, MH

Timbul masalah berawal dari Persoalan antara warga perumahan Wisata Bukit Mas RW 006 yang diketuai Irwan Yuli dan membawahi empat lingkungan RT di kecamatan lakarsantri dengan pihak pengembang (PT Bina Maju Mitra Sejati sebagai developer), Bermula dari masalah Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL), Dimana, warga menganggap pihak pengembang dengan sewenang wenang menaikan tarif iuran yang diduga pungutan liar (Puggli) setiap bulannya tanpa persetujuan resmi Warga.

Tim pengacara penggugat usai persidanagan, menyampaikan, atas keluhan warga RW 006 selama ini, Bahwa warga merasa keberatan, Pasalnya, pengembang dikatakan sempat menarik iuran lebih dari 1 juta sitiap bulan.

“Warga minta agar IPL dibatalkan dalam gugatan sebab pengembang dinilai seenaknya menarik maupun menaikan iuran bulanan hingga mencapai satu juta perbulannya, karena udah dibentuk perangkat warga dan sudah disetujui pemkot (Pemerintah Kota), Namun pengembang tidak menghiraukan sehingga warga mengajukan gugatan”. jelas Adi tim kuasa hukum warga.

“Warga bwrharap, agar pihak pengembang tidak seenaknya menaikan tarif IPL”. tandas pengacara.

Penting diketahui, Alasan keberatan warga atas tindakan pengembang, sebab warga sudah mengajukan ke Pemerintah Kota (Pemkot) dan sudah diterima Pemkot. Dengan sudah terbentuknya satu Rukun Warga (RW) dan dengan jumlah 4 RT total kurang lebih 542 kepala keluarga maka warga pun berharap, agar untuk iuran warga bisa dikelolah sendiri serta setidaknya pengembang pun diminta tidak sewenang-wenang menaikan tarif iuran bulanan. (Jak/Jhon)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Pengacara Bacakan Pembelaan Terdakwa Oey Juliawati

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Kuasa hukum (Pengacara terdakwa) Oey Juliawati Wijaya sedangĀ  membacakan pembelaannya (Pledoi) di Ruang Sari ...