Home / Berita / Headline / Terdakwa Oknum Satpol PP Divonis 5 Tahun Penjara Cabuli Gadis Dibawah Umur

Terdakwa Oknum Satpol PP Divonis 5 Tahun Penjara Cabuli Gadis Dibawah Umur

SURABAYA, DETEKTIFNews – Muhamad Faruq (25), warga Dupak 4/19 Surabaya, oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Surabaya sekaligus terdakwa perkara pencabulan terhadap MH (13), anak dibawah umur, akhirnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dijatuhkan vonis pada tetdakwa, dibacakan pada persidangan yang digelar di ruang Kartika PN Surabaya, Rabu (18/10/2017).

“Bahwa terdakwa dinyatakan bersalah, sesuai pasal yang didakwakan dan menjatuhkan hukuman vonis lima tahun penjara,” ucap hakim membacakan amar putusannya.

Dengan pertimbangan yang memberatkan terdakwa, hakim menilai perbuatan itu telah merusak masa depan korban MH. Sedangkan status terdakwa yang belum pernah dihukum sebelumnya dijadikan pertimbangan yang meringankan dalam menjatuhkan putusan.

Vonis hakim ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya yang menuntut terdakwa dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Dalam vonis tersebut, baik pihak jaksa maupun terdakwa masih menyatakan pikir-pikir guna menempuh upaya hukum banding. “Saya minta waktu untuk pikir-pikir pak hakim,” ujar terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Untuk diketahui, terdakwa Muhamad Faruq didudukan di kursia pesakitan setelah dilaporkan Hermanto (orang tua korban MH) ke Mapolrestabes Surabaya, Juli 2017 lalu.

Terdakwa dilaporkan telah beberapa kali menyetubuhi korban yang masih berumur 13 tahun. Saat menjalankan aksinya, korban mengaku selalu dibujuk oleh terdakwa. Bahkan korban merasa dihipnotis, sehingga menuruti kemauan terdakwa.

Didepan persidangan, korban mengaku disetubuhi oleh terdakwa di hotel Asri, jalan Tembaan 1/5 Surabaya sebanyak dua kali, pada Mei 2017 lalu.

Terdakwa mengatakan, bahwa dirinya berjanji bakal menikahi korban. Namun pada 1 Juli 2017, tanpa alasan jelas, terdakwa memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmaranya dengan korban.

Akhirnya korban melapor ke orang tuanya dan dilanjutkan ke kantor polisi. Atad perbuatannya JPU menjerat terdakwa pasal 81 ayat 2 UU RI Nomor 35:tahun 2014 tentang perubahan UU RI Noomor 23 tahun 2002 tentang petlindunfan anak.

Dengan berujung ke pengadilan sampai menerima vonis dari Hakim 5 tahun penjara. (B. Sitinjak)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Pelaporan Korban Fetish Jarik Sudah Diterima Polisi

SURABAYA-Kasus perkembangan Predator Fetish kain Jarik, terkait dugaan tindak pidana pelecehan seksual menyimpang yang sempat ...