Home / Hukrim / Rumah Sakit Ferina Perbuatan Wanprestasi Atau Wajib Ganti Rugi

Rumah Sakit Ferina Perbuatan Wanprestasi Atau Wajib Ganti Rugi

SURABAYA, {DETEKTIFNews}-Dalam persidangan perdata gugatan wanprestasi pasien bayi tabung terhadap Dr Aucky Hinting, PhD, Sp, And kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Dalam sidang yang digelar diruang candra, Majelis hakim yang diketuai Jihad Arkhaudin mendengarkan keterangan ahli hukum perdata yang dihadirkan tim kuasa hukum pasangan suami istri (pasutri) Tomy Han dan Evelyn Soputra.

Ahli hukum perdata tersebut adalah, DR Arie Purwadi, SH M.HUM, dari Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.

Saat memberikan keterangan sesuai keahliannya, Kepala Program Studi (Kaporodi) Magister Ilmu Hukum Universitas Wijaya Kusuma ini menjelaskan secara ilustrasi.

Nah, dalam penjelasan ilustrasi itulah, ahli hukum perdata ini menyebut, jika perbuatan Dr Aucky Hinting yang telah menjanjikan bayi laki-laki namun lahir perempuan dianggap perbuatan wanprestasi atau ingkar janji.

“Perbuatan wanprestasi itu wajib adanya ganti rugi,” terang Arie Purwadi pada persidangan diruang candra, PN Surabaya, Rabu (3/10/2017).

Dasar wanprestasi itu, lanjut Arie diawali adanya sebuah perjanjian. Dimana pasien yang hendak memiliki keturunan bayi laki-laki mendatangi dokter, Lalu ada kesepakatan dan terjadi pembayaran dengan bukti kwitansi, meski dalam perjanjian ada presentasi kegagalan sebanyak 15 persen.

“Bila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan diperjanjian awal, maka unsur wanprestasinya sudah terpenuhi,” sambung Arie.

Selanjutnya, Ketua Tim Kuasa Hukum Eduard Rudy Suharto, SH yang juga sekaligus ketua Kongres Advocat Indonesia memberikan pertanyaan ke saksi ahli soal perjanjian,

“Bagaimana jika ada 15 % toleransi kegagalan dalam upaya dan adanya clausa itikad tidak baik yaitu mulai dari Obyek yang dijanjikan oleh pemberi jasa layanan kesehatan Reproduksi Berbantu (bayi tabung) / Dokter Aucky Hinting, sebenarnya milik Tuhan semata , namun tetap berani Menjanjikan dibuktikan melalui kwitansi dan komunikasi whatsapp (WA) juga dengan tertulis demikian , lalu adanya penyiasatan toleransi kegagalan 15 % , bila gagal maka pasien tidak dapat menuntut bila ada kegagalan, kemudian Dan kenyataannya, Bayi yang diperjanjikan berubah 100 %, bahkan lebih Dari Laki2 jadi Perempuan saja sudah 100 % , apalagi ( maaf kata ), dari normal menjadi prematur 6,5 bulan serta lahir dalam kondisi yg memprihatinkan, apakah ada Wanprestasi di proses medis ini”, tanya Ketua KAI tersebut agar ahli bisa menjelaskan.

Ahli kemudian menjawab dengan tegas, “Bila demikian Adanya, dan faktanya, ya jelas Wanprestasi atau ingkar janji “ Kata Ahli. (B2R/Ferry)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Pemilik 17 Poket Sabu Siap Edar, Jalani Sidang Perdana

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com} – Diduga melakukan jual beli narkotika jenis sabu, terdakwa Sumaji alias Deni (41) ...