Home / Hukrim / Lima Saksi Tidak Hadir Dalam Sidang, Terdakwa Dijerat Tentang Penipuan dan Penggelapan
Terdakwa Henri J. Gunawan

Lima Saksi Tidak Hadir Dalam Sidang, Terdakwa Dijerat Tentang Penipuan dan Penggelapan

SURABAYA, {DETEKTIFNews}-Sidang lanjutan perkara penipuan dan penggelapan yang melibatkan Henry Jocosity Gunawan sebagai terdakwa, yang seyogyanya digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi akhirnya ditunda oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (2/10/2017).

Penundaan itu karena para saksi belum bisa hadir dipersidangan disebabkan sedang berada di luar kota karena adanya pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Alasan itu disampaikan saksi melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya. “Kami meminta ijin sidang ditunda Kamis (5/10/2017) besok pak hakim, karena saksi bisa hadir di hari tersebut,” ujar Ali, jaksa yang bertugas menangani perkara ini.

Menanggapi hal itu, hakim memberikan kesempatan terdakwa Henry untuk berkordinasi dengan tim penasehat hukumnya. “Kalau bisa sidang tetap hari Senin pak hakim, tapi kalau tidak bisa ya tidak apa-apa ditunda hari Kamis,” ujar M Sidik Latuconsina, ketua tim penasehat hukum terdakwa.

Sedangkan dari beberapa permintaan itu, majelis hakim yang diketuai Unggul Warso Mukti mengabulkan permintaan tersebut dan menunda sidang pada hari sesuai permintaan jaksa. “Sidang ditutup dan dilanjutkan lagi Kamis depan,” ujar hakim sambil mengetuk palu sebanyak tiga kali tanda sidang ditutup.

Sesuai agenda, jaksa Ali rencananya bakal menghadirkan lima saksi dalam sidang kali ini. Kelima saksi tersebut antara lain, notaris Caroline (pelapor), Hermanto, Hok Swei alias Awie, dan dua staf kantor notaris Caroline.

Kasus ini berawal dari laporan notaris Caroline sejak 29 Agustus 2016 yang beralamat di Jalan Kapuas itu memiliki klien (korban) yang sedang melakukan jual beli tanah dan bangunan dengan Henry.

Henry saat itu, sekitar tahun 2015, masih menjadi Direktur PT Gala Bumi Perkasa. Henry Gunawan dituding menjual lahan milik korban.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, diancam hukuman diatas lima tahun penjara. (B. Sitinjak)

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Wakapolda Jatim Buka Pelatihan SPKT di Mapolda Jatim

SURABAYA, {DETEKTIFNEWS.com}-Wakapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto didampingi Dirreskoba, Direskrimsus, Direskrimum dan Ka SPKT Polda ...