Home / Hukrim / Dugaan Pemalsuan Cover Notes, Terdakwa Guru Besar Ubaya Prof Dr Lanny Kusumawati Memasuki Agenda Sidang Tanggapan

Dugaan Pemalsuan Cover Notes, Terdakwa Guru Besar Ubaya Prof Dr Lanny Kusumawati Memasuki Agenda Sidang Tanggapan

SURABAYA, {DETEKTIFNews.com}-Sidang Perkara terdakwa Prof Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum, selaku Notaris senior yang berkantor di jalan Pahlawan No 41 Surabaya , Sekaligus Guru Besar Ubaya (Universitas Surabaya), di gelar kembali di Pengadilan Negeri Surabaya Selasa, (20/2/2018), pada agenda pembacaan tanggapan, dan lagi lagi mengundang banyak perhatian pengunjung maupun media.

Pasca menjadi terdakwa yang duduk di kursi pesakitan, atas perkara tindak pidana dugaan pemalsuan Cover Notes memasuki babak baru. Dimana, guru besar ubaya tersebut, sejak pada sidang perdana resmi di tahan di Rutan Medaeng, oleh majelis hakim yang di ketuai Maxi Sigarlaki, SH sejak Selasa, (23/1/2018), kendati ketika saat di Kejaksaan Negeri Surabaya oleh Jaksa I Putu Karmawan status Prof Dr.Lanny Kusumawati hanya sebagai tahanan kota saja (Sama sekali tidak pernah di tahan).

Selesai sidang Terdakwa baru di pakaikan Baju Tahanan Rutan Medaeng Nomor 06 oleh Jaksa I Putu Karmawan dari Kejari Surabaya Seperti diketahui sesuai pada isi dakwaan, Prof. Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya, akibat dilaporkan Suwarlina Linaksita ke Polrestabes Surabaya atas tuduhan pemberian keterangan palsu.

Laporan itu mengacu pada akte otentik berupa Cover Notes, Lalu kemudian surat keterangan perihal Cover Notes tersebut digunakan seseorang yang bernama Eka Ingwahjuniarti untuk mengeksekusi rumah dan tanah yang berlokasi di Jalan Kembang Jepun 29 Surabaya, dimana selama ini ditempati Suwarlina Linaksita dan suaminya yang bernama Tjioe Kie Pho alias Bambang Soephomo sejak tahun 1931.

Pada surat Keterangan Perihal Cover Notes Nomor : 35/L.K/III/2012 tanggal 16 Maret 2012 serta Surat Keterangan Perihal Cover Notes Nomor : 7/L.K/2014 tanggal 6 Maret 2014 yang dikeluarkan Prof. Dr Lanny Kusumawati Dra SH Mhum ini dipergunakan Eka Ingwahjuniarti sebagai bukti dalam perkara gugatan perdata Nomor : 1064/Pdt.G/2013/PN.Sby tanggal 01 Oktober 2014.

Merujuk Surat Nomor : AHU.2-AH.01.09-9815 tanggal 03 Oktober 2012 yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum menegaskan, PT. Raja Subur Abadi dan PT. Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan, Pembangunan dan Pengangkutan Subur Abadi Raja atau dapat disebut juga dengan nama PT. Subur Abadi Raja, d/h N.V.Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy, masing-masing merupakan perseroan yang berstatus sebagai badan hukum dan berdiri sendiri.

Berdasarkan Surat Nomor : AHU.2-AH.01.09-9877 tanggal 03 Oktober 2012 perihal PT. Perusahaan Dagang Industri, Perhotelan, Pembangunan dan Pengangkutan Subur Abadi Raja atau dapat juga disebut PT. Subur Abadi Raja versi N.V. Eng Tjhiang d/h Van Asperen & Van Rooy yang dikeluarkan Kemenkum HAM yang dimasukkan Badan Pertanahan Nasional (BNP) Kota Surabaya II dalam kesimpulannya selaku turut tergugat di perkara gugatan perdata nomor 1064/Pdt.G/2013/PN.Sby tanggal 01 Oktober 2014, sehubungan dengan Jalan Kembang Jepun No. 29 Surabaya.

Tercatat dalam arsip buku tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor : 222/Lingkungan Bongkaran atas nama Perseroan Terbatas N.V. Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy berkedudukan di Surabaya diterbitkan tanggal 23 Nopember 1968. Di dalam surat tersebut juga disebutkan, bahwa SHGB Nomor : 222/Lingkungan Bongkaran atas nama Perseroan Terbatas N.V. Eng Tjhiang v/h Van Asperen & Van Rooy berkedudukan di Surabaya diterbitkan tanggal 23 Nopember 1968 ini berakhir haknya tanggal 23 September 1980 dan belum ada peralihan hak kepada pihak manapun.

Sehingga dalam dakwaan tersebut, Pejabat Notaris Prof Dr Lanny Kusumawati,Dra SH, Mhum , akibat perbuatan terdakwa di ancam pidana dalam pasal 263 ayat (1) Kitab Undang – undang Hukum Pidana.

Terpisah di luar persidangan, Alexander Arief selaku kuasa hukum terdakwa Prof Lanny Kusumawati berharap permohonan kliennya dapat di jadikan tahan kota, ketika menyampaikan di depan awak media pengadilan,

“Kewenangan berada pada majelis, Ya saya berharap klien saya dapat dikabulkan menjadi tahanan kota, melihat situasi nya jika di tahan di rutan medaeng membuat mahasiswa nya kebingungan dan terlantar selain menjadi pejabat notaris juga sebagai guru besar , dan saya optimis akan dikabulkan” kata alex.

Perlu diketahui, sampai berita ini di naikan Sigit selaku Humas Pengadilan Negeri Surabaya belum dapat di konfirmasi terkait persidangan. {BS/JS}

About redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

x

Check Also

Gadaikan Istri Rp 250 Juta Berujung Pembunuhan

LUMAJANG, {DETEKTIFNEWS.com}-Warga Kabupaten Lumajang digegerkan dengan kasus pembunuhan berencana salah sasaran yang terjadi di dusun ...